Friday, January 9, 2015

Romantisnya Panorama Malam Kota dari Gunung Padang


Angin begitu terasa kencang, sama halnya dengan aroma laut yang begitu terasa sekali. Deburan ombak yang tinggi, masih menggulung-gulung menghantam dinding pantai, sisa hujan masih membawa awan gelap dan mendung kala itu.

Motor ini berhenti tepat menghadap gerbang menuju Objek Wisata Gunuang Padang. Pada sore itu tepatnya, dalam suasana libur hari Natal 25 Desember 2014 para pejuang @BerbaginasiPDG berkumpul untuk sekedar bersilaturahmi sekaligus menjelajah. Ceritanya meet up gitu.

Bisa dibilang saya pertama yang datang. Kami berjanji berkumpul di tempat parkiran objek wisata ini. Tidak berapa lama om @EriEndribel bersama @whitakaka tiba, disusul dengan om @extariq bersama pak komandan @bennybern kemudian terakhir abang @atuakkk.

Usai meletakan kendaraan, kami langsung menuju gerbang masuk dan sesaat itu juga disempatkan untuk berfoto-foto. Sebelum berjalan lebih jauh, seorang nenek keturunan Tiongkok Jawa (pendapat bg @atuakk) menyapa kami sembari mengingatkan untuk membayar tiket masuk. Untuk yang merasa dewasa dikenakan uang retribusi Rp.5000,- sedangkan untuk anak-anak sebesar Rp.2000,- per kepalanya. Selain itu juga bila sudah siap menjelajah Gunung Padang akan bayar uang parkir motor seharga Rp.3000,- per kendaraan.

Kami berenam mulailah berpetualang dan melangkahkan kaki menuju puncak gunung yang bernama Taman Siti Nurbaya. Seperti yang pernah saya tuliskan di Harian Singgalang dan blog ini yang berjudul Indahnya Pesona Alam dari Gunung Padang. Gunung Padang memiliki banyak cerita dan objek wisata yang patut dijelajahi, dimulai dari kisah Siti Nurbaya, benteng dan bunker yang merupakan situs peninggalan jaman penjajahan, suasana perkampuangan nelayan, nikmatnya memancing hingga panorama alam yang menakjubkan. Begitu lengkap dan kompleksnya.

Cukup mudah untuk mengunjunginya, dari pusat kota kira-kira lebih dari 5 km, kita bisa melewati sepanjang pesisir pantai Padang kemudian menuju arah jembatan Siti Nurbaya. Ikuti saja jalan hingga ke bawah jembatan, lurus terus dengan menyusuri tepian sungai Batang Arau hingga menuju arah Gunung Padang yang berada di muara sungai. Tepatnya berada di Kelurahan Kampung Seberang Pabayang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Bahkan, Objek Wisata Gunuang Padang ini akan menjadi lokasi pariwisata terpadu bersama dengan kawasan Kota Tua Padang dan Muaro Padang, yang merupakan salah satu program besutan Pemerintahan Walikota Padang Mahyeldi.

Bukit yang disebut gunung ini memiliki ketinggian lebih dari 400 mdpl, tentunya akan menyajikan keindahan pemandangan kota dari ketinggian. Untuk menikmati pemandangan kota, kami harus berjalan dan menaiki ratusan anak tangga hingga sampai puncaknya. Ada perkembangan yang cukup bagus di sini, Pemko telah melakukan berbagi macam perbaikan. Padahal terakhir pada September 2014 lalu, saya mengunjungi Gunung Padang ini belum ada hal-hal yang baru.

Beberapa renovasi yang telah dilakukan dimulai dari gerbang yang telah terdapat atap khas Minangkabau yaitu begonjong, adanya perbaikan gazebo dan penambahan dua gazebo saat menuju dan di puncak gunung ini, begitu juga dibeberapa titik telah terpasang pagar-pagar pembatas. Mantap sekali.

Sayang sekali, aksi vandalisme dari tangan-tangan jahil selalu menjadi persolan tersendiri di kawasan objek wisata, tidak luput di Kawasan Gunung Padang ini. Tentu akan berdampak pada keindahan lokasi pariwisata tersebut. Baiknya cukup kita membuat kenangan dengan berfoto-foto dan meninggalkan jejak dari tapak kaki bila mengunjungi objek wisata bukan menulis nama layaknya remaja yang labil dan alay.

Bila sudah sampai di Taman Siti Nurbaya, mungkin akan terkagum-kagum sembari mengucap dalam hati akan kenikmatan dan keindahan alam yang telah diciptakan-Nya. Luar biasa sekali, pemandangan pesisir Kota Padang, Samudera Hindia dan Bukit Barisan akan menyapa. Udaranya begitu segar dan panorama alam ini begitu menyejukan mata kita.

Di taman ini, terdapat dua spot untuk menikmati pemandangan alam, pada spot pertama pemandangan daratan berupa landscape Kota Padang dan bukit barisan dari ketinggian dan spot kedua berupa panorama lautan.

Kami menikmati senja yang tidak sempurna di atas bebatuan besar yang menghadap pemandangan laut yang biru dan kecoklatan membentang dengan indah, ditambah lagi dari kejauhan terlihat keberadaan Pantai Air Manis dengan dua pulaunya yang bernama Pulau Pisang Ketek dan Pulau Pisang Gadang. Bila beruntung juga kapal-kapal yang akan bersanadar ke Teluk Bayur terlihat jelas, begitu juga PLTU Teluk Kabung.

Berhubung kumandang azan Magrib segera tiba, kami berencana untuk pulang. Saat perjalangan pulang terlihat pasangan bule yang berasal dari Polandia itu naik puncak dan membawa perlengkapan kamera bersama tripodnya. Hasil percakapan om @EriEndribel disimpulkan si bule tersebut ke Padang untuk pergi jalan-jalan sekaligus untuk mengambil foto, karena si bule pria seorang fotografer.

Lalu entah siapa yang memulainya, kami mengurungkan niat untuk pulang dan mencoba bertahan hingga benar-benar gelap tiba. Kami pergi ke spot kedua di mana hamparan bangunan kota terlihat yang bersebelahan dengan satu-satunya bangunan di taman ini.

Azan Magrib telah berlalu, sepoy-sepoy angin laut begitu kuat terasa dan dingin. Satu persatu lampu-lampu kota berkilauan. Langit biru perlahan menghitam menjadi gelap digantikan cahaya lampu. Sungguh indah, mempesona dan romantis juga. Itulah pertunjukan alam yang selalu ditunggu bila pergantian hari.

Karena kesempatan tidak datang untuk yang kedua kalinya. Kami pergunakan untuk merekam jejak keindahan kota dengan kamera ponsel. Berfoto dengan latar belakang cahaya lampu kota menjadi pilihan wajib bila ingin mengabadikan dan membuktikan kita pernah mengunjungi tempat ini. Biasanya masyarakat hanya menjelajah saat pagi atau sore hari. Jarang yang mau bertahan sampai gelap tiba. Mitosnya, pamali bila berkunjung ke Gunung Padang saat malam. Entahlah.

Gunung Padang menjadi salah satu tempat untuk menikmati keindahan kota dari ketinggian dengan view pesisir pantai, teluk dan lautan Kota Padang. Mengingat Kota Bengkuang ini berada dataran rendah yang dikelilingi oleh pebukitan, pastinya banyak spot untuk menikmati panorama alamnya baik pagi, siang, sore maupun malam hari.

So, next trip akan kebukit atau gunung mana lagi yang akan kita ditelusuri nih pak komandan @bennybern, om @EriEndribel, om @extariq, abang @atuakkk dan terakhir dedek @whitakaka mungkin kakak @pgkip.

—————————————————————————————————————————————————
Bayu Haryanto – biasa disapa Ubay. Penikmat senja yang bermimpi untuk explore Indonesia dengan tagline #JajahNagariAwak. Pemotret yang suka dipotret. Perngkai kata dalam blog kidalnarsis.blogspot.com. Jejaring sosial Twitter @beyubay dan Instagram @beyubaystory.

Traveling  Explore  Journalism  Photograph  Writer  Share  Inspire

 ©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan dan foto ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...