Tuesday, May 17, 2016

Lubuak Paraku Pemandian Alam Berwarna Biru dan Serasa Dalam Air Es



Lubuk Paraku atau Lubuak Paraku bagi masyarakat Kota Padang sudah tidak asing lagi. Mendengar namanya saja akan langsung tertuju kepada pemandian alam yang menjadi legendaris itu. Dulu, pemandian ini begitu kesohornya. Lubuak Paraku yang sebagai objek wisata alam ini begitu ramainya dikunjungi.

Tidak hanya, ketika musim liburan tiba atau saat Balimau menyambut bulan Ramadan saja, namun hari biasa juga ada yang mencoba menikmati pemandian alam ini. Walau pamornya mulai meredup, lantaran kalah tenar dengan objek wisata alam lainnya seperti pantai atau pulau. Meskipun demikian, tepat long weekend awal tahun 2016 lalu, Lubuak Paraku menjadi tujuan menjelajah kali ini.

Memang tidak ada rencana, semua serba memdadak. Berkat pecakapan singkat via chat massanger dengan Afdal. Kala itu, saya meminta dia untuk menemani pergi ke Lubuak Paraku ini dan akhirnya dia mau menemani. Kita janjian di SPBU Indarung, meski telat sedikit dari waktu yang telah direncanakan sekitar 30 menit dari jadwal semula jam 09.00 WIB.

Berangkat. Kami pergi menggunakan roda dua. Saya sendiri dan Afdal bersama temannya, Ari. Sepedah motor menjadi pilihan yang terbaik untuk mencapai pemandian ini agar lebih mudah dan leluasa untuk menyusurinya.

Dalam perjalanan saya bertanya ke Afdal, “Jauh tidak lokasinya?”.

“Enggak bang, coba saja abang lihat nanti,” jawabnya.

Hmmm, saya langsung berpikir sembari fokus melajukan motor ini. Sepengetahuan saya Lubuak Paraku ini tidak jauh dan dekat dengan jalan raya dan ternyata memang benar.

Lubuk Paraku yang Mempesona


Lubuak Paraku merupakan salah satu pemandian alam di Kota Padang yang memiliki sumber air dari hulu sungai Lubuak Paraku yang berasal dari hutan di perbukitan Bukit Barisan dan berada di ketinggian sekitar 300-400 mdpl. Lubuak Paraku berada di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatra Barat.

Sudah lama kawasan Lubuak Paraku ini ditetapkan sebagai objek wisata alam yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bermain air dan termasuk salah satu pemandian alam legendaris di Kota Padang. Diperkirakan sudah dikenal sejak zaman kolonial. Tak hanya itu, aliran airnya juga dimanfaatkan  sebagai sumber air dan pembangkit listrik tenaga air oleh PT. Semen Padang sejak tahun 1910 dan bermuara ke Pelabuhan Muaro di sungai Batang Arau hingga menuju Samudera Hindia.

Tanda awal menuju lokasi Lubuak Parakau dari jalan raya
Papan nama selamat datang menuju lokasi Lubuak Paraku
Berada di kawasan konservasi dan hutan lindung yakni Taman Hutan Raya Bung Hatta dan Cagar Alam Barisan I. Pemandian ini menjadi sangat mudah untuk ditelusurinya. Sekitar 25 km ke arah timur dari pusat kota dan berada di jalan provinsi antara Kota Padang dan Kabupaten Solok tepatnya pada kilometer 15.

Persis sekali berada pada tikungan sebelum memasuki tanjakan ke panorama Sitinjau Lauik. Bila menggunakan kendaraan sekitar 30-50 menit dari perjalanan dari pusat kota.

Afdal lebih dulu masuk ke kawasan pemandian disusul saya. Sebelum sampai ke lokasi, kita akan melewati gerbang begonjong dengan tinggi kira-kira 2 meter dan lebarnya cukup untuk lewat satu mobil.

Gerbang masuk menuju pemandian Lubuak Paraku
Sebenarnya sebelum menuju lokasi di depan jalan masuk sudah terdapat tugu yang bertuliskan Selamat Datang Kawasan Di Kawasan Objek Wisata Lubuak Paraku Padang, meskipun agak tasuruk (tersembunyi) terhalang kedai dan banyak juga masyarakat yang tidak menyadari itu.

Tiba-tiba seorang anak kecil menghambat kami, ia kemudian memberitahukan kepada ibunya bila ada pengunjung yang tiba. Memasuki lokasi pemandian, kita akan membayar tiket masuk sebesar lima ribu rupiah per orang.

Akses jalan yang sudah berbeton menuju pemandian alam Lubuak Paraku
Akses jalannya sudah berbeton, namun terdapat beberapa bagian yang jalannya berlobang. Dengan mengikuti jalan saja kita akan dituntun langsung menuju pemandian ini. Lokasinya sendiri berada di dalam dekat rumah penduduk, tapi tenang saja tidak jauh kok, hingga akhirnya sampai ditempat untuk parkir kendaraan dekat sebuah kedai. Tenang saja tidak bayar parkir kok.

“Dimana lokasi air terjunnya?” tanyaku secara polos ke Afdal.

“Itu tempatnya bang. Ini bukan air terjun tapi kayak kolam pemandian bang,” jawabnya singkat jelas dan padat.

Penampakan pemandian alam Lubuak Paraku
Waduh! Ternyata selama ini telah salah, saya kira Lubuak Paraku ini adalah air terjun.  Nyatanya hanya kolam pemandian, meski ada pincuran yang alirannya langsung dari sungai dan ketinggiannya tidak sampai satu meter. Hahaaa

Motor telah terparkir ditempatnya. Saatnya menikmati pesona Lubuak Paraku. Memang mudah untuk berkunjung ke sini, tidak jauh sekitar 500 meter dari jalan raya dan aksesnya mudah tidak seperti pemandian alam lainnya yang dimiliki Kota Padang. Harus memakan waktu yang cukup lama untuk sampai ke lokasinya.

Kolamnya biru
Mata tertuju pada lubuak jernih yang berwarna biru itu. Lubuak menyerupai kolam yang sebenarnya merupakan palung di tengah aliran sungai yang terbentuk dari aliran air yang mengguyur deras di atasnya. Biasanya menjadi tempat ikan-ikan berkumpul.

Dengan dipagari oleh bebatuan besar dan aliran sungainya terlihat tenang serta tidak begitu deras. Dikelilingi pepohonan yang rindang, hijau sangat menyejukan mata. Terlebih jika matahari bersinar terik menembus dasar kolam yang penuh bebatuan kecil itu. Sunggung perpaduan yang sangat cantik. Inilah Lubuak Paraku itu, yang dimanfaaatkan masyarakat untuk tempat pemandian itu.

Lubuak Paraku memiliki kolam yang berwarna biru
Kabarnya terdapat beberapa jenis ikan hidup di sungai ini seperti ikan gariang (Tor tambroides), ikan mungkuih (Gobiidae) dan satu spesies belut besar yang panjangnya mencapai ukuran 1 meter. Namun, ketika saya berkunjung tidak menemukan satupun ikan yang berlari-lari di sekiar pemandian ini, mungkin belum beruntung. Hehe

Gemericik air dan hamparan lubuak yang jernih itu sungguh menggoda untuk membasahkan badan. Tidak bermain air, tidak akan seru bila ke Lubuak Paraku ini. Suasannya yang masih alami penuh pepohonan, sejuk, airnya yang dingin dan tenang seakan berada di pemandian milik pribadi. Bahkan sangat beruntung sekali, di sini banyak sekali kupu-kupu yang berkeliaran menandakan daerah yang merupakah kawasan hutan sekunder ini masih terjaga keasriannya. 

Suasana Lubuak Paraku

Pada kesempatan ini saya tidak bermain air hanya menikmati suasana saja sembari mengambil beberapa petikan foto. Setidaknya menyendiri di Lubuak Paraku sembari bermain air dapat meregangkan otot yang tegang akibat beban pikiran dan aktivitas yang terkadang membuat jenuh. Saya sempat turun menuju bagian tepi lubuak yang dangkal, ketika kaki ini melangkah dan masuk ke dalam air. Sungguh dingin sekali serasa masuk ke dalam air es. Brrrrr.

Afdal dan temannya terlihat sangat asik mandi-mandi, berenang santai dan tidak lupa juga mencoba terjun bebas ke dalam lubuak yang kabarnya kedalamannya 3-4 meter itu menjadi hal yang wajib untuk dicoba bila ke tempat ini.


Dulu, sepanjang aliran sungai Lubuak Paraku ini terdapat banyak sekali batu-batu besar. Namun sekitar tahun 1970an, batu-batu besar di sini diambil untuk membuat pemecah ombak di pantai Kota Padang. Hasilnya, kini tidak terdapat begitu banyak batu besar , justru memberikan keuntungan karena semakin banyak tempat yang bisa digunakan untuk berenang.

Perlahan matahari semakin terik merangkak naik untuk mencapai puncaknya. Disaat yang bersamaan datang juga pengunjung lainnya yang semula hanya kami saja sehingga suasana pemandian pun mulai ramai. Silih berganti pengunjung loncat menuju lubuak dan sebagian lagi ada yang sedang asik bersantai sambil berendam di tepian sungai.

Sebenarnya objek wisata ini memiliki beberapa fasilitas untuk memanjakan para pengunjung dimulai dari kedai-kedai kecil hingga ruang ganti. Sayangnya, kini sudah tidak terawat seperti ruang ganti pakaian yang tidak terurus, berlumut dan terkesan dibiarkan begitu saja. Mungkin pemerintah kota bisa memperhatikan kembali objek wisata yang berada dipinggiaran kota ini.

Papan peringatan pengunjung
Taati semua aturan yang berlaku, di sana terdapat plang peringatan yang bertuliskan "stop dilarang melewati proboden ini, mandilah dengan sopan, hindari perbuatan zinah dan maksiat serta resiko akan terus mengintai anda". 

Kemudian dibaris terakhirnya terdapat arah untuk tempat mandi. Saat mandi berpakailanlah yang sopan dan sewajarnya saja sebab semua gender baik muda hingga tua menyatu dalam satu tempat tidak ada pemisahnya. Jangan merusak dan mengotori lingkungan. Buanglah sampah pada tempatnya.

Baiknya, bila ingin pergi ke sini ketika cuaca sedang cerah dan pagi hari agar dapat merasakan sensasinya mandi dalam air es. Apabila cuaca sedang tidak bersahabat disarankan mengurungkan niat untuk bermain air.

Apalagi jika sedang asik mandi di lubuak, ternyata air sungai berubah menjadi keruh dan debitnya lebih deras dari keadaan normalnya, maka menjadi peringatan bagi kita untuk segera ke tepian sungai untuk menghindari air bah yang datang secara tiba-tiba.

Berminat merasakaan sensasinya mandi dalam air es? Nah, tidak ada salahnya untuk datang ke pemandian alam Lubuak Paraku ini. Suasannya masih alami, menyegarkan dan menyenangkan.




————————————————————————————————————————————————————
Bayu Haryanto – biasa disapa Ubay. Penikmat senja yang bermimpi untuk explore Indonesia dengan tagline #JajahNagariAwak. Pemotret yang suka dipotret. Perngkai kata dalam blog kidalnarsis.blogspot.com. Jejaring sosial Twitter @beyubay dan Instagram @beyubaystory.

Traveling  Explore  Journalism  Photograph  Writer  Share  Inspire


©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

6 comments:

  1. dulu waktu SMA (ceritanya masih sispala) pernah ke sini.. ini yang kita turun bisa di pinggir jalan raya indarung arah solok itu kan, bay? *lupa lupa inget, udah belasan tahun*

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebelum belokan ke tanjakan panaorama kk. mudah kok nyarinya.

      Delete
  2. wah airnya biru gitu, btw kesini berbayar atau gratiss masuknya??

    www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. bayar mas Rp.2 ribu per orang masuk nya
      airnya memang biru. apalagi kalo kenak sinar matahari semakin terlihat jelas jernihnya

      Delete
  3. Saya pikir selama ini wisata Padang itu cuma kota dan pantainya saja, ternyata ada juga pemandian alamnya. Kebetulan ayah saya dari Bukittinggi, dan saya sendiri baru sekali berkunjung ke Sumbar. Pengen rasanya balik lagi ke Sumbar dan eksplor lebih jauh. Sepertinya kalau nanti ke Sumbar lagi harus mampir ke Lubuak Paraku ini.

    Semoga bisa ke Sumbar lagi dalam waktu dekat ini.

    Terimakasih dan salam kenal Ubay :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah memang perlu ke padang nih biar tau daerahnya uda.

      Salam kenal balik uda.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...