Thursday, October 20, 2016

Menjelajahi Pincuran 7 Kota Padang


Kota Padang selalu memberikan pesonanya. Tidak hanya keberagaman budaya, kuliner dan kemolekan wisata baharinya, namun Kota Padang juga memiliki sejumlah air terjun yang dapat dijelajahi. Berada didaerah perbukitan dengan pemandangan alam yang serba hijau dan menyegarkan dapat menjadi pilihan dalam menghilangkan kepenatan dengan lebih mendekatkan diri dengan alam.

Pincuran 7 atau Air Terjun 7 tingkat namanya. Tempatnya cukup jauh dari pusat kota sekitar 25 km dengan waktu tempuh 50-60 menit. Berlokasi di kawasan Agrowisata Lubuk Minturun tepatnya di daerah Aie Dingin, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Sumatra Barat.

Mengingat Kota Padang dipagari oleh Bukit Barisan yang membentang disebelah timur sehingga banyak air terjun yang tersembunyi seperti Pincuran 7 ini. Ada juga Air Terjun Lubuak Tampurung, Air Terjun Sarasah Ulu Gadut, Air Terjun Lubuak Hitam dan lainnya.

Menuju air terjun ini tidak sulit dan akses jalan sangat baik. Perjalanan dimulai dari gerbang kawasan Agrowisata Lubuk Minturun diteruskan ke jalan pemandian ABG setelah itu ikuti jalan hingga sampai pada titik jalan yang berbatu dan tidak beraspal. Kemudian nanti ada satu pondok dan masyarakat sekitar yang bertanya dan memberitahu tempatnya. Sebenarnya masih searah dengan tempat Ngugun Saok.

“Kama diak? Ka pai ka picuran tujuh?” (pergi kemana dek? Mau pergi ke Picuran tujuh) tanya seorang pemuda di tengah jalan.

Sebab tujuan penjelajahan ke tempat ini, maka saya menjawab ia. Kemudian kendaraan saya parkirkan ditempat yang telah disediakan. Masuk ke lokasi membayar sejumlah retributsi sebesar Rp.5.000,- per orang dan parkir Rp.3.000 per kendaraan. Baiknya ke Pincuran 7 ini menggunakan motor agar lebih mudah.

Saat menjelajah kala itu saya bersama seorang teman. Keberadaan air terjun ini memang cukup jauh dari pemukiman warga, bahkan letaknya bisa ditengah hutan. Dari tempat penitipan motor hingga lokasi air terjun memakan waktu kira-kira 15-20 menit dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau trakking. Meski berada di tengah hutan dan jauh dari keramaian ternyata ada sinyal ponsel loh untuk provider berwarna merah.

Saya tidak tahu jalan mana yang akan dituju untuk bisa sampai ke air terjun ini. kemudian bertanya ke pemuda yang ada disana. “Ikuti se pipa biru tu, beko sampai ka aie tajunnyo mah,” (ikuti saja pipa biru itu, nanti akan sampai ke air terjunnya) sebutnya.

Baiklah perjalanan dimulai. Kami bergegas melangkah menyusuri pipa yang berwarna biru itu itu, melewati perkebunnan warga hingga sampai di bendungan yang serba biru dan beratap gonjong. Ternyata bendungan dan pipa itu milik PDAM Kota Padang yang memanfaatkan aliran air dari pincuran 7 ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Padang. Artinya jika ingin ke Picuran 7 dan takut tersesat tinggal ikuti saja pipa ini.

Setelah melewati bendungan ini, saya masih juga bingung dimana letak air terjunnya dan dimulai dari mana air terjun pertamanya. Jalur trakkingnya juga tidak ada. Cuma berbekal pengalam saja, biasanya dengan menyusuri tepian sungai kita akan bertemu dengan air terjun yang mungkin akan dituju..

Saya mulai mengira-ngira, dari bendungan ini ada satu air terjun yang ketinggiannya tidak lebih dari 2 meter. Saya sebut saja air terjun tingkat pertama. Kemudian menyusuri tepian sungai hingga bertemu dengan 3 air terjun berikutnya. Rasa senang tidak bisa dihidarkan, langkah kaki semakin cepat meski ngos-ngosan berjalan karena cukup mendaki dan melewati bebatuan besar.

Pincuran 7 atau Air Terjun 7 Tingkat Lubuk Minturun Kota Padang. Kabarnya ada 7 air terjun dan saat saya berkunjung kesana baru menemukan 6 air terjunnya. Tiap air terjun memiliki keunikan tersendiri. Hanya air terjun yg ke-2 dan ke-3 yg bisa manfaatkan untuk bermain air karena memiliki lubuak (kolam) dgn debit air yg deras dan jernih lagi. Bagaimana rute menuju lokasi? Lebih dari 20 km dari pusat Kota Padang pergi ke arah Lubuk Minturun ikuti jalan menuju pemandian ABG atau jalan menuju Ngungun Saok. Nanti ada posko penitipan kendaraan. Bayar masuk Rp.5ribu dan parkir Rp.3ribu. Kemudian jalan deh sampe lokasi. Sulit nggak trakingnya? Namanya juga jelajah air terjun tentu traking cukup menantang. Air terjun ini berada di pedalaman hutan namun mudah kok ditemukannya sudah ada jalur dari jalan setapak. Hati² byk batu tajam. Dari posko penitipan kendaraan kira² 15-20 menit sampai ke lokasi. Meski berada di tengah hutan dan jauh dari keramaian ternyata ada sinyal ponsel loh utk provider merah. Makasih buat @ahmadluthi yg udah mau pergi #jelajahnagariawak bareng #ubaystory #trip2016_36 . Selengkapnya cerita #Pincuran7 baca blog kidalnarsis.blogspot.com #PeopleAndNature ----------------------------------------------------------------- #minanghalaltourism #likeforlike #festivalsitinurbaya #exploresumbar #exploreminang #indotravellers #ayodolan #indonesia_photography #infosumbar #like4like #doubletap #wonderful_location #travelgram #parapejalan #sumbar_rancak #indonesiajuara #liveauthentic #livefolkindonesia #justgoshoot #sumbar_oke #folkgreen #instalike #traveladdict #travelphotography #wonderfulindonesia
Foto kiriman #JelajahNagariAwak (003.08.WP) (@beyubaystory) pada

Akhirnya sampai di Pincuran 7. Saat itu saya bermain air di air terjun tingkat kedua dan ketiga kemudian melihat ke air terjung tingkat empat. Selang beberapa lama, dapat sekumpulan bocah-bocah yang ingin bermain air dan mandi-mandi ditempat ini. mereka sepertinya baru pulang sekolah.

Sesuai namanya Pincuran 7 ini memiliki  7 tingkatan. Pincuran ini artinya sama dengan sarasah atau aie tajun atau dalam bahasa indonesianya Air terjun. Namun sebagian orang menyembut dengan tempat ini dengan nama air terjun 100 tingkat, mungkin karena banyak air terjunnya sehingga dijuluki seperti itu.

Pincuran 7 ini berada di daerah ketinggian terlihat panorama Kota Padang dan lautan dari sini. Dikelilingi oleh pohon tropis yang tinggi dan cukup lebat. Namun terlihat juga banyak kayu glondongan yang terbawa air ketika hujan lebat. Sepertinya di daerah ini sering terjadi banjir bandang.

Suasananya masih asri dan berhawa sejuk. Banyak dijumpai hewan pengerat, kupu-kupu, capung bahkan bertemu dengan monyet hutan. Pincuran 7 ini belum begitu dikenal oleh masyarakat umumnya di Kota Padang. Masih minim sarana dan prasarannnya. Tidak ada tempat ganti, toliet dan aksesnya masih mengguankan jalan setapak sebab berada di dalam hutan. Tempat yang menarik untuk bermain air dan mandi-mandi di air terjun tingkat kedua dan ketiga.

Karena matahari semakin meninggi dan awan hitam pun sudah ada di atas kepala, maka saya memutuskan untuk mengakhiri penjelajahan kali ini. Ketika menjelajah ke Pincuran 7 harus juga diperhatikan kondisi cuaca sebab bila dalam kondisi mendung lebih baik tidak usah pergi ke lokasi air terjun. Untuk menghindari terjadinya air besar yang datang tiba-tiba (air bah). Jangan meninggalkan sampah plastik dan merusak lingkungan di sana.

Manfaatkan hari liburmu dengan mencoba menyusuri tempat yang baru dan menjelajah keindahan air terjun yang masih asri dan menyegarkan. Tentunya, Pincuran 7 ini dapat menjadi alternatif dalam menikmati keindahan alam di Kota Padang.

Lokasi tempat parkir sebelum menuju Pincuran 7
Titik jalan pertama menuju Pincuran 7
Suasana jalan setapak menuju Pincuran 7
Bendungan Intake PDAM Kota Padang di Lubuk Minturun
Pincuran 7 tingkat pertama
Panorama Pincuran 7 tingkat kedua, ketiga,keempat dan kelima
Tampak gaje di Pincuran 7 tingkat kedua dan ketiga
Pincuran 7 tingkat ketiga
Pincuran 7 tingkat empat







Peta Lokasi Pincuran 7 Kota Padang:


————————————————————————————————————————————————————
Bayu Haryanto – biasa disapa Ubay. Penikmat senja yang bermimpi untuk explore Indonesia dengan tagline #JajahNagariAwak. Pemotret yang suka dipotret. Perngkai kata dalam blog kidalnarsis.blogspot.com. Jejaring sosial Twitter @beyubay dan Instagram @beyubaystory.

Traveling  Explore  Journalism  Photograph  Writer  Share  Inspire

 ©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan dan foto ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

14 comments:

  1. waw indah, oh iya bagaimana ya caranya membuat you minght also like?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih uni. Wah itu bisa dicoba klik dibagian bawahnya kalo gk cari di paman google aja hehe

      Delete
  2. akses menuju air terjunnya peer ya, tapi begitu liat air terjunnya worth it bgt

    Regards
    Budy | Travelling Addict
    www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mas. Seperti biasa kalo menjelajah ke air terjun membutuhkan tenaga ekstra tapi kalo udah nyampe keren bgt air terjunnya.

      Delete
  3. air terjunnya seger yaa..
    bikin pengen nyebur..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia uni. Seru banget mandi2 disini dingin n masih asri

      Delete
  4. gak ada 7 bidadari gitu? kan pancurannya ada 7 muehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum nemu mas, hehehe
      Barangkali bisa aja hehehe
      Kalo ada mah beruntung sekali hahaa

      Delete
  5. Air terjunnya tidak terlalu besar tapi suasana di sekitarnya keliatannya adem.. enak nih buat bermalam, aman kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak disarakan sih mas untuk bermalam ditempat ini karena suka ada air bah. hehhee

      memang tempatnya nyaman banget dan seger lagi

      Delete
  6. dulu sempet iseng sendirian lewat jalan sini,, sampe atas bgt,, kota padang keliatan dari atas sini,, ternyata kalau mau menjelajah lebih ke dalam, ada air terjun ini toh.. Sumbar emang rajanya air terjun,,, rancak!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius tu uda sendirian ke sana. Wis mantap ma. Minimal awak berdua ma kalo pai jalan2 tu. Hehe

      Ya dunk sumbar memang rancak tinggal dikembangkan dan dikemaas semenarik mungkin agar lebih byk lg yg terpikat hehe

      Delete
  7. Oy rancaknyo. Tambahan data baru nih, daftar air terjun alami di Padang. Menurutmu, yang paling ideal buat mandi-mandi pincuran yang ke berapa kah Bay?

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhmdulilah memang rancak tempatnya uda. hehehe masih banyak lagi tempat2 wisata yang belum terungkap di Padang. di tingkat dua dan tiga uda.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...