Tuesday, March 12, 2019

Macam-Macam Kuliner Khas Bukittinggi Nan Lamak Bana

Kuliner Khas Bukittinggi

Bukittinggi menjadi salah satu kota di Ranah Minang yang sering dipadati para pelancong. Udaranya yang sejuk ini membuat suasana kotanya begitu nyaman untuk berkeliling dengan jalan kaki. Terlebih semua destinansinya saling berdekatan dan itupun berada di pusat kota seperti Jam Gadang, Kebun Binatang, Lubang Jepang, Ngarai Sianok hingga kulineran di Pasa Ateh.

Wisata kuliner Bukittinggi pun sangat beragam. Sejumlah makanan yang lamak bana dan jajanan unik dapat ditemui di sini. Pokoknya Bukittinggi itu surga makanan, bisa membuat ngiler dan tentunya bakalan tambuah ciek da!

1. Pical Sikai dan Lamang Tapai itu Klop, Yuk Coba!



Ada Pical Sikai. Makanan ini sejenis pecal jika di pulau Jawa. Ada ketupat dan sayur mayur berupa lobak kol dan rebusan daun singkong yang disiram dengan kuah kacang. Menjadi ciri khas Pical Sikai ini karena ada tambahan jantung pisang dan rebung. Kemudian dihidangkan dengan kerupuk merah yang gurih membuat makanan ini semakin berwarna.

Menyantap Pical Sikai ini tidak seru jika tanpa Lamang Tapai, kuliner khas Minangkabau ini yang memiliki rasa manis dan asam. Pical Sikai menjadi menu sarapan yang wajib dicoba sebelum berkeliling Kota Bukittinggi. Untuk menjumpainya tidak sulit bisa dapat ke Jalan Panorama No.19 C. Dekat Objek Wisata Lubang Jepang. Ada kedai Pical Sikai yang sudah eksis sejak 1948 loh.

2. Pical Ayang dan Bubur Kampiun Bikin Nagih!



Pical Ayang ini tidak jauh beda tampilannya dengan Pical Sikai. Namun, ada alasan lain kalau kulinaran ke tempat ini yaitu mencari Bubur Kampiun. Kuliner yang berupa bubur ini memiliki rasa yang manis dan gurih, karena berasal dari campuran bubur kacang hijau, bubur sumsum, candil, ketan hitam, lupis yang ditambah dengan santan dan gula merah.

Kedai Pical Ayang ini juga menyediakan beragam menu seperti nasi sup, lontong pical, lontong sayur dan lontong toco. Berlokasi di Jalan Simpang Atas Ngarai No. 37, dekat penurunan menuju Ngarai Sianok. Tempatnya sangat recommended untuk sarapan pagi. Selalu ramai. Silahkan coba!


Itiak Lado Mudo ini masakan khas Minangkabau yang berasal dari Nagari Koto Gadang. Namun, menjadi menu kuliner yang disajikan hampir disetiap rumah makan di Bukittinnggi, terutama dekat Ngarai Sianok.

Resep Itiak Lado Mudo ini diwarisi secara turun temurun dengan menjaga cita rasanya yang pedas, gurih, dan kaya rempah-rempah. Menyantapnya dengan sepiring nasi yang masih hangat membuat nikmat tiada tara. Terlebih ditemani pemandangan tebing Ngarai yang mempesona.

4. Ayam Pop Enak Banget!


Ayam Pop menjadi salah satu menu rumah makan yang terkenal di Bukittinggi. Bukan karena ayamnya suka jenis musik Pop, tapi ini soal cita rasa dan pengolahan ayamnya. Kabarnya asal muasalnya dari Rumah Makan Family Benteng Indah yang beralamat di Jalan. Yos Sudarso No. 4. Ternyata sudah ada sejak 1950-an.

Ayam Pop ini sebagai resep makanan khas Bukittingi. Kuliner ini dibuat dari ayam kampung yang sudah direbus dengan ditambah santan dan rempah-rempah tertentu. Selanjutnya digoreng dengan minyak yang panas dalam waktu yang singkat sehingga warnanya masih pucat, putih kecoklatan. Dihidangkan seketika itu, sehingga terasa nikmatnya berpadu dengan nasi yang masih mengepul. Apalagi saat tiba waktu makan siang. Beuuuh!

5. Nasi Kapau, Nasi Ramesnya Ranah Minang

Pernah dengar Nasi Kapau? Ya, kuliner khas Minangkabau ini mempunyai cara penyajian dan menu makanannya yang cukup unik. Dalam satu kedai Nasi Kapau bisa terdapat 15-20 jenis lauk pauk dan berbagai jenis gulai. Begitu lengkap dan menggugah selera. Bisa-bisa bingung untuk memilih lauknya.

Nah, ceritannya nama Kapau itu berasal dari Nagari Kapau, Kabupaten Agam yg dikenal pandai meracik makanan. Namun, untuk mencicipi Nasi Kapau terkenalnya di Los Lambuang, Pasa Lereng, Kota Bukittinggi. Tidak Jauh dari Jam Gadang. Makan siang dengan Nasi Kapau bikin ngiler!


6. Pisang Kapik, Jajanan Murah Meriah



Pisang Kapik menjadi jajanan yang wajib dicoba saat berlibur ke Bukittinggi. Dari namanya saja sudah menggelitik. Kuliner ini berbahan utama pisang batu atau pisang gepok. Cara bikin Pisang Kapikang mulanya dipanggang di atas bara api. Setelah berubah warnanya menjadi kecoklatan, pisang ini dikapik (dijepit) hingga gepeng. Selanjutnya ditaburi dengan parutan kelapa yang sudah dicampur gula aren.

Pisang Kapik ini bisa disebut Pisang Geprek yang mudah dijumpai di Pasa Ateh, Bukittinggi. Tidak jauh dari Jam Gadang. Ketika mencicipinya ada sensasi rasa yang beragam, manis, gurih, sepet hingga ada aroma bara api yang semerbak. Yuk coba!

7. Pisang Panggang Santan Sedap Sekali

Pisang dapat dikreasikan menjadi menu kuliner yang menggoda seperti Pisang Panggang Santan ini. Seporsinya terdiri dari dua pisang ambon yang telah dipanggang bersama kulitnya, bila sudah matang kupas kulitnya dan dihidangkan pisangnya ke piring. Tuangkan kuah santan yang telah diberi rempah-rempah. Tidak lupa ditambahkan dua roti gabin sebagai cracker-nya.

Mencarinya tidak sulit, berada dekat Pasa Ates dan Jam Gadang. Pisang Panggang HM. Zen cukup terkenal dan ramai dicari oleh para pelancong. Jangan lupa mencobanya ya!

8. Apiang Dadih Unik dan Berkhasiat



Apiang Dadih merupakan kombinasi kuliner khas Minangkabau yang unik, terdiri dari campuran antara ketan merah dan putih yang ditumbuk pipih (ampiang) dengan susu kerbau hasil fermentasi (dadih) yang diberi kuah berupa gula merah dan ditabur parutan kelapa. 

Apiang Dadih ini sekilas mirip bubur sumsum, tapi beda bentuk dan rasanya. Untuk bisa mencobanya dapat berkunjung ke Pasar Lereng atau Pasa Ateh. Tentunya kalo ditanya soal rasa, lamak bana!

9. Kerupuak Sanjai, Cemilan Hits dan Oleh-Oleh Bukittinggi


Kuliner Khas Bukittinggi

Ada makanan berat, ada juga jajanan. Nah, untuk kuliner cemilannya ada Kerupuk Sanjai, penganan ini berbentuk keripik dengan bahan baku singkong. Nama kerupuk ini berasal dari sebutan daerah di Desa Manggis, Kelurahan Manggis Gantiang Sanjai, Kota Bukittinggi. Pada umumnya, masyarakat di sini berprofesi membuat keripik ini.

Bentuknya ada yang bulat, panjang, dan ada yang kecil. Ada juga variasi rasanya original yang gurih, balado yang pedas berwarna merah dan hijau hingga rasa keju. Kerupuak Sanjai atau Keripik Sanjai ini dapat menjadi buah tangan yang praktis dan selalu diminta oleh masyarakat saat berlibur ke Kota Bukittinggi.
———————————————————————————————————————————————
©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan dan foto ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

18 comments:

  1. waaa bukit tinggi
    bung hatta
    ini salah satu resolusiku mas
    nanti klo ke sini ajak jalan ya
    pengen makan pisang panggang itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia Bukittinggi, kota wisata yang kaya akan kuliner. Kota Bung Hatta juga.
      Semoga kelak bisa berkunjung ke Bukittinggi.
      Pisang panggangnya enak loh

      Delete
  2. Pisang panggangnya menggoda banget tuh mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia pisang panggangnya enak loh mas. Terima kasih sudah singgah

      Delete
  3. Aku nyesel udah masuk ke tulisan ini.. setelah baca tiba-tiba ngabisin nasi satu ember (satu piring luber-luber).. semoga yang nulis ini dikutuk makan lebih banyak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe sabar y mas. Ini cobaan. Semoga saat berkunjung ke kota ini dapat mencoba semuanya ya. No jangan kutuk makan byk soalnya lagi diet hahah

      Delete
  4. kapan ya punya kesempatan mencicipi kuliner khas Bukit Tinggi?semoga ada kesempatan. Aku selama ini hanya mencoba pecel karena orang Jawa. Tak bisa membayangkan pecel ala Bukit Tinggi yang ditambah jantung pisang dan rebung seperti apa rasanya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ada kesempatan bisa kulineran ke bukittinggi y uni.

      Ia sensasi nya berbeda menikmati pical khas bukittinggi

      Delete
  5. paling suka pical sikai, pisang kapik, sama gulai tambunsu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ubay suka semuanya. Soalnya punya khasnya masing-masing hehehe mulai dari jajanan cemilan hingga makan berat

      Delete
    2. tiga hari di bukittinggi kalap makan ini itu, pagi hari pas mau pulang ke jambi perut diare wkwkw, untung siang udah mendingan jadi aman di travel :)

      Delete
    3. Wah kok bisa diare da? Salah makan kyknya hehehe

      Delete
  6. Penasaran banget sama ampiang dadiah sama nasi kapau...terakhir ke bukittinggi kesorean hehehe

    ReplyDelete
  7. Aduh bikin ngeces nih .....

    kapan ya saya ke Bukit Tinggi ....#berharapbanget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo soal kuliner memang siapa yg gk ngiler 🤤

      Semoga ada kesempatan untuk bisa singgah ke bukittinggi

      Delete
  8. Hatiku tersimpan di Bukittinggi :)
    Makanan Minang emang juara banget! Penggagal diet nomor satu! :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah jatuh cinta pada Bukittinggi ya hehehe
      Jangan salah kalo gagal diet jika kulineran di Ranah Minang heehee

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...