Friday, November 30, 2018

4 Tahun Indonesia Kreatif: Generasi Milenial dan Inovasi Tanpa Batas

Generasi Digital. (source: Trentech.id)

Aroma kopi begitu semerbak di teras rumah. Si Adik sedang fokus dengan telpon genggamnya. Ibu masih duduk santai memandang tanamannya yang mulai berbunga. Smartphone-nya Ibu tidak pernah lepas dari genggamannya. Sesekali ia tersenyum, berteriak histeris, dan memotret diri sendiri, kala bersama ponselnya.

Menjelang siang itu salah satu pengemudi transportasi online berhenti di depan rumah dan membawa makanan siap saji. Ternyata ibu sudah memesan makan siang kami. Tiba-tiba Si Adik berteriak memanggil Ibu, ia ingin sekali membeli mainan yang terjual di salah satu e-commerce hits nuantara. 

Notifikasi dari ponsel saya pun tidak pernah berhenti. Satu persatu pesan dari aplikasi pesan online masuk di grup. Kami sedang rapat online ingin merencangakan kegiatan sosial di akhir tahun. Ampas kopi hitam tersisa dari gelas ini. Kemudian saya pergi ke dapur untuk mengambil air putih. 

Sekiranya ilustrasi tersebut bisa menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat ditataran keluarga yang sangat adaptif dengan perkembangan teknologi dan arus informasi yang berserakan dari berbagai sudut. 

Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi kreatif terus melajut melesat dan melahirkan inovasi yang tanpa batas. Ini pergerakan dari generasi muda Indonesia, generasi milenial yang sangat akrab dengan teknologi.




Seperti yang disampaikan ibu Siti Meiningsih dari Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (DJIKP Kominfo RI) saat Kegiatan Flash Blogging dan #CelotehRecehCakKardiPDG di Hotel Merucure Kota Padang pada 30 November 2018. 

Generasi muda Sumatra Barat memiliki talenta-talenta yang sangat berpengaruh di Indonesia dan banyak melahirkan inovasi dan kreativitas yang tinggi seperti dengan lahirnya aplikasi Traveloka situs KitaBisa hingga kreatifitas penjulaan kuliner Sate di luar negeri.


Bagaimana pun juga Pesatnya penggunaan media sosial, tapi belum bijak dan banyak konten negarifnya yang dapat memecah belah NKRI. Untuk itu, DJIKP Kominfo RI mengadakan kegiatan literasi untuk membuat konten terutama konten positif seperti kegiatan #FlashBlogging #CelotehRecehcakKardiPDG ini.

Diakhir penyampaiannya, #FlashBlogging sebagai ajang melahirkan kretivitas menciptakan generasi muda yang optimis, religus, menjunjung kebhinekaan dan menadi pengguna media sosial yang bertanggung jawab sehingga melahirkan GenPosting (Generasi Positive Thingking).





4 Tahun Indonesia Kreatif adalah judul materi inti yang disampaikan Bapak Andoko Darta Tenaga Ahli Kominfo RI. Ekonomi Kreatif menjadi titik fokus Presiden Jokowi dalam membangun Indoensia melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). 

Ada hal menarik yang disampaikannya terkait dengan klasifikasi Generas Muda. Ia generasi yang menopang Indonesia dimasa depan. Apa itu? Nah, Ada yang tipe Kreator (kreator, Start up dan musisi), Ada tipe Eksplorer (Suka jalan-jala dan pencinta alam), Ada tipe Peduli (Rewlawan membantu orang lain), Ada juga tipe Orang Biasa (Menjadi pekerja dan fans). Ada tipe Pahlawan (Atlit dan Tim SAR), dan tipe Cendikiawan (Pendidikan dan ilmu)

Lantas kita sebagai generasi mileneial mau jadi tipe generasi muda yang mana? 

Tanpa disadari, generasi muda di Kota Padang saja sudah mulai membangun perangkat teknologi dengan memadukan kearifan lokal seperti dengan hadirnya Go on travel. Aplikasi ini adalah penyedia jasa transportasi, tour wisata berbasis digital yang memberikan kemudahan pada customer dalam melakukan wisata ke suatu daerah, salah satunya Bentor (Becak Motor).


Bahkan Pemerintah pun sudah memberikan berbagai dukungan bagi generasi muda yang kreatif dengan menyediakan Go Start Up Indonesia guna mencari melahirkan pengusaha muda hingga ada bantuan dana dari Pemerintah melalui Bekraf.

Generasi milenial dengan segala kreatifitas dan inovasi yang diciptakannya dapat menghantarkan Indonesia Kreatif dan kreatif terus sepanjang masa.


No comments:

Post a Comment