Tuesday, February 12, 2019

Monumen Bersejarah yang Hilang di Kota Padang


Monumen Bersejarah yang Hilang di Kota Padang

Kota Padang lahir dengan cerita yang panjang. Menyimpan kisah yang larut dan dapat dijumpai saat ini. Kota bandar yang maju dan berkembang pesat kala itu. Silih bergantinya waktu, Batang Arau dan sekelilingnya menjadi saksinya. Tapak mula lahirnya Kota Padang. Ada jejak yang harus dijemput. Kota Tua Padang dengan cerita yang menyertainya.

Dulu, Kota Padang memiliki sejumlah tugu atau monumen yang fundamental menghiasi wajah kota pelabuhan terbesar di pesisir pantai barat Sumatra ini. Adapun berikut ini monumen yang dibangun pemerintah kolonial yang menarik untuk diulik.

1. Tugu Jam Kampoeng Djawaweg alis Jam Gadang-nya Padang.

Tugu Jam Kampoeng Djawaweg Monumen Bersejarah yang Hilang di Kota Padang (sumber: KILTV)
Tugu Jam ini berada di kawasan Kampoeng Djawaweg (sekarang Kampung Jawa). Posisinya sekarang ini merupakan Tugu Air Mancur di Pasar Raya Padang. Tepatnya depan Masjid Taqwa tak jauh dari eks Kantor Balikota Padang lama.

Jika dilihat dari foto-foto lama, bangunannya cukup tinggi juga. Kira-kira lebih dari 8 meter mungkin setara dengan gedung lantai 2. Bisa ditakar dari foto orang yang menyandar di bangunan tugunya.

Monumen Bersejarah yang Hilang di Kota Padang
Tugu Jam Kampoeng Djawaweg Monumen Bersejarah yang Hilang di Kota Padang (sumber: KILTV)
Hampir di setiap bangunan vital yang dibangun oleh pemerintah kolonial akan ditempelkan jam. Sepertinya dipuncak Tugu ini terdapat loncengnya. Menurut alm. Dr. Eko Alvares Z, fungsi dari jam ini sebagai petunjuk waktu dan untuk melatih kedisiplinan kepada seluruh masyarakat. Serupa fungsinya dengan Jam Gadang.

Jadi tidak salah jika Kota Padang juga ada jam besarnya, tapi itu dulu dan keberadaannya sekarang sudah tidak ada lagi. Jejaknya pun hanya dapat dilihat dari peta dan foto lama yang diarsipkan rapi oleh Belanda.

2. Monumen Michiels Terbesar dan Termegah di Sumatra


Monumen Bersejarah yang Hilang di Kota Padang
Mounumen Michiels Monumen Bersejarah yang Hilang di Kota Padang (sumber: KILTV)
Monumen Michiels cukup menyita banyak perhatian di kalangan bangsawan dan masyarakat Kota Padang tempo dulunya. Monumen yang sangat penting ini menjadi tugu peringatan terbesar yang dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda di Pulau Sumatra. Keberadaannya sebagai bentuk penghargaan kepada Mayor Jendral Michiels atas jasanya menumpas pemberontakan Kaum Padri di Minangkabau.

Monumen ini sangat artistik dan bergaya gotik yang berdiri sejak tahun 1855 di Michielsplein (Lapangan Michiel). Ternyata sebelum di Padang, terdapat juga monumen serupa yang dibangun di Batavia pada 1849.

Jika dilihat posisinya sekarang berada di Taman Melati masuk area Museum Adityawarman Padang. 

Monumen Bersejarah yang Hilang di Kota Padang
Mounumen Michiels Monumen Bersejarah yang Hilang di Kota Padang (sumber: KILTV)
Dari tulisan blog Minang Lamo, Monumen ini terbuat dari besi tuangan dengan lantai marmer dan full relief di dinding luarnya. Dengan ujung-ujung yang meruncing yang terdiri dari beberapa tingkat, kesan bangunan Eropa kuno tidak bisa ditinggalkan begitu saja.

Monumen ini memiliki ketinggian sekitar 14,4 meter atau setinggi gedung 5 lantai kurang lebih. Berdasarkan salah satu foto yang terlihat ada orang Belanda dekat tugu ini. 
3. Monumen de Greve , Jejak Sang Penemu Batu Bara

Monumen Bersejarah yang Hilang di Kota Padang
Monumen de Greave Monumen Bersejarah yang Hilang di Kota Padang  (sumber: Tropen Museum) 
Monumen de Greve menjadi tempat yang sangat bersejarah bagi pemerintah kolonial di Kota Padang. Monumen ini berupa tugu kecil yang dibangun untuk mengenang Ir. Willem Hendrik de Greve, ahli pertambangan Belanda yang mati hanyut ketika melakukan penelitian di Batang Kuantan pada tahun 1872.

De Greve ini sangat berjasa besar dalam penemuan tambang batu bara Sawahlunto dan berdampak besar pada pembangunan infrastruktur di Sumatra Barat. Untuk mengenangnya, maka taman di depan De Javasche Bank (sekarang Bank Indonesia Muaro) ini diberi nama Taman de Greve dan dermaga di tepian Batang Arau dinamakan Dermaga de Greve (de Grevekade).

Sayangnya, taman dan monumen ini sudah tidak ada lagi. Jika dilihat dari posisi sekarang diperkirakan berada di bawah kolong jembatan Siti Nurbaya dari jalan Nipah.

Monumen Bersejarah yang Hilang di Kota Padang
Monumen de Greave Monumen Bersejarah yang Hilang di Kota Padang  (sumber: KILTV)
Baca: Mengintip De Javasche Bank (Bank Indonesia) Muaro dari Zaman ke Zaman

***

Monumen-monumen ini mempunyai kisahnya tersendiri dan tidak banyak yang mengetahuinya. Sekali lagi, tidak ada yang tahu apa memang sengaja atau tidaknya, semua bangunan dari monumen ini sudah hancur. Kabarnya dihancurkan penjajahan Jepang saat masuk ke Kota Padang. Kalau pun ada saat ini akan menjadi spot yang instagrammable.


————————————————————————————————————————————————————
©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

8 comments:

  1. Seru banget blognya, aku jadi tahu sejarah padang, walaupun aku bukan orang padang.
    Thanks ya atas sharingnya hari ini, artikelnya sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas apresiasi dan kunjungan ya. Siap sama sama mas.

      Setidaknya untuk membuka jalan agar bisa main ke Padang.

      Salam kenal

      Delete
  2. Luar biasa, ini informasi baru yg saya dalatkan, thank you bay 👍

    ReplyDelete
  3. halo mas, sebelumnya nanya dulu, masnya anak kimia?
    klo iya tos dulu mas
    aku juga anak kimia tapi suka... sejarah... hehe (siapa yang nanya)
    wah padang ini panjang banget emang sejarahnya terutama pas pergerakan
    pelabuhannya rame sejak dahulu kala
    taoi buatku epos pemberontakan kaum padri itu benar2 berkesan
    semoga suatu saat bisa ke Padang, amin

    ReplyDelete
  4. ondeh mandeh mas bro, ambo baru tahu kalau ado monumen nan kece badai di Padang pado masa nan lampau..

    ReplyDelete
  5. Iya bener. aku jg belum pernah denger apalagi lihat

    Wah kalau msh ada bjsa iconic bgt ya bang utk jadi landmark

    Jadi gak cuma Jam Gadang dan istana pagaruyuang doang icon landmark terkenal sumbar

    ReplyDelete
  6. Kalau dengar kata Padang, taunya cuma Jam Gadang ajah. Yg lainnya gak tau. Tapi pasca baca postingan ini jadi sedikit tau gambaran menarik lainnya

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...