Saturday, July 6, 2019

Pasar Tanah Kongsi Padang Sensasi Belanja Sembari Wisata Kuliner

Pasar Tanah Kongsi Padang

Pasar Tanah Kongsi tidak begitu familiar di antara kaum milenial, mereka terbiasa dengan Pasar Raya atau sekelas Plaza. Pasar Tanah Kongsi adalah salah satu pasar tertua di Kota Padang. Pasar ini tetap bertahan, meskipun berjalan secara pelan dengan kearifannya dan kesederhaannya.

Letaknya di kawasan pecinaannya Padang, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatra Barat. Pasar Tanah Kongsi ini tidak terlalu luas, kira-kira 5793,48 m2 atau sekitar 0,57 Ha.

Aksesnya tidak dekat jalan raya, tapi mudah dijumpai. Pasar Tanah Kongsi dapat diakses lewat jalan Kelenteng, jalan Niaga dan lewat perumahan penduduk. Letaknya agak tersuruk, jika tidak tahu akan mengira tempatnya masih kawasan rumah penduduk.

Bahkan ketika saya posting di Storis Intragram tentang pasar ini, muncul pertanyaan "Memang ada ya pasar tanah kongsi itu?" Saya hanya bisa pasang emoticon tertawa sembari menjelaskannya. 

Pasar Tanah Kongsi sudah menjadi tempat bertemunya dua budaya dan kepercayaan yang berbeda. Dalam hal ini ada interaksi bisnis, untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari. Pasar ini cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ada daging, sayur, buah, aneka jajanan pasar hingga kuliner legend.

Pasar Tanah Kongsi ini mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Suasananya rapih dan cukup bersih. Cuma masalah parkir kendaraan saja yang terbatas. Akses jalannya termakan oleh pedagang dan parkir motor, jadi terkesan lebih sempit. Pasar Tanah Kongsi ini termasuk pasar satelit dan pasar pagi. Buka sejak subuh hingga tengah hari tergantung daya jual belinya. 

Ada hal unik dan menarik dari pasar ini. Kabarnya aman dari copet, tapi tetap waspada juga. Katanya harga jual di Pasar Tanah Kongsi ini lebih mahal sedikit dari pasar tradisional biasanya. Jika dilihat kualitas dagangannya memang bagus. Bila sudah beranjak siang hari, biasanya pedagang jajanan pasar ini akan menjualnya dengan harga yang murah. Saya sih belum pernah coba. Jika itu benar, lumayan juga hehe

Baca:  Telusuri Kawasan Tiongkok di Kota Tua Padang

Sejarah Pasar Tanah Kongsi Padang


Sejarah Pasar Tanah Kongsi Padang tidak lepas dari perkembangan Padang tempo dulu. Pesatnya perniagaan di kota ini menjadikannya ramai dikunjungi oleh pedagang. Lalu lintas perdagangan asing pun tidak terelakan.

Wajar, selang waktu abad ke-18 ke abad ke-19, Kota Padang menjadi kota metropolitan di pesisir pantai barat pulau Sumatra. Secara tidak langsung, kehadiran pasar menjadi dampak positif dari perkembangan kota. Pasar sebagai tempat jual beli dan interaksi masyarakat. 

Pasar Tanah Kongsi sudah eksis sejak zaman VOC tiba ke Padang. Hal itu seiring dengan datangnya para pedagang Asia dan Eropa, termasuk etnis Tionghoa yang mendiami kawasan sekitar pasar. Kira-kira sejak pertengahan abad ke-19.

Lahirnya Pasar Tanah Kongsi tidak bisa dipisahkan dari perkembangan Kota Padang dan Pasar Mudik. Seperti diceritakan Rusli Amran dalam Buku Padang Riwayatmu Dulu, beberapa pedagang Tionghoa di Padang bersatu dengan maksud untuk mendirikan pasar saingan dekat kelenteng mereka. Pasar ini berkembang dan sanggup menyaingi Pasar Mudik, tetapi sayang, kemudian habis terbakar.

Selanjutknya dari bekas lahan yang terbakar tersebut dibangun kembali pasar dari gabungan beberapa pedagang Tionghoa, mereka saling berkongsi dan terciptalah Pasar Tanah Kongsi. Sayangnya lagi, pasar ini pun tidak kuat bertahan melawan pasar yang dibuat oleh Lie Saay, kapten Cina di Padang pemilik awal Pasar Kampung Jawa alaias Pasar Raya Padang kini.

Dulu, sebelumnya menjadi pasar tradisional, pasar ini adalah pasar kampung berupa los-los panjang. Beberapa pedagang dari suku Minangkabau, Batak, Nias dan Tionghoa, sepakat berkongsi kembali untuk membangun pasar yang lebih bagus. Kondisi Pasar Tanah Kongsi saat ini dibangun pada tahun 1975 dan mengalami beberapa kerusakan pasca gempa bumi 30 September 2009.

Secara fisik kondisi Pasar Tanah Kongsi saat ini saat perlu direvitalisasi. Mengingat aktivitas jual beli masih berkembang di pasar ini. Saya pun belum menemukan foto jadul kondisi dan suasana pasarnya. Jadi tidak dapat tergambar bentuknya dulu.

Harmoni Pembauran Budaya dari Pasar Tanah Kongsi Padang


Pasar Tanah Kongsi ini menjadi saksi akulturasi budaya di Kota Padang, antara etnis Tionghoa dan Minangkabau serta keturunan India, Arab, Nias, Jawa, dan etnis lainnya. Mengapa? Pasar Tanah Kongsi masuk kawasan Kota Tua Padang yang merupakan daerah multietnis.

Perbauran yang sudah hampir lebih dari 2 abad, jika dihitung dari sejarah masuknya etnis Tionghoa ke Padang berimbas juga kepada akulturasi budaya. Menurut Tjiptadinata Effendi dalam blognya, Pasar Tanah Kongsi adalah pasar rakyat, yang telah menghasilkan sejarah akulturasi antara orang Minang dan Orang Tionghoa secara mulus.

Pasar Tanah Kongsi ini pasar terunik di Kota Padang, karena selain melihat keberagaman budaya, kita dapat juga mencicipi kuliner orienatalnya. Namanya juga kawasan pecinaan. Jadi bisa ditemukan dengan mudah toko kelontong yang menjual barang-barang untuk kegiatan seremonial Tionghoa.

Di sana dengan mudah bisa dijumpai penjual Hio, kertas sembahyang, mie, kecap, dan bumbu-bumbu untuk masakan oriental. Hingga saat ini saya pun masih penasaran dengan kue keranjang, soalnya belom mencoba.

Baca: Asiknya Nongkrong di Kelenteng See Hin Kiong Sembari Seruput Kopmil

Asiknya Wisata Kuliner di Pasar Tanah Kongsi Padang

Pasar Tanah Kongsi Padang

Pasar Tanah Kongsi menarik juga untuk wisata kulineran. Ada banyak menu yang bisa dicicipi Pasar Tanah Kongsi dapat menjadi tempat alternatif bila ingin mencari sarapan yang tidak bersantan, khasnya kwetiau dan mie ayam (mie sanghai). Ada juga menu lainnya jika ingin ngemil seperti kue Pukis, martabak tipis, cakwe hingga jajanan pasar. Soal harga terjangkau deh.

Berikut ini tempat dan menu rekomendasi bila ke Pasar Tanah Kongsi dan sekitarnya:

1. Berburu Mie di Pasar Tanah Kongsi


Di Pasar Tanah Kongsi ada dua penjualan, lokasinya dekat simp 3 jalan tembus ke jalan Niaga. Saya biasa beli yang sebelum simpang. Ada nasi goreng, bihun, mie goreng dan kwetiau. Rekomnya kwetiau. Belinya bisa dicampur semua mienya. Masaknya live. Seporsi harganya Rp.9.000,-. 

2. Kue Pukis dan Hangatnya Mentari Pagi

Pasar Tanah Kongsi Padang

Pukis adalah sebuah kue khas Indonesia. Kue ini dapat dikatakan sebenarnya adalah modifikasi dari kue wafel yang mengalami pembauran di masyarakat. Di sini dijual menggunakan gerobak dan akan nikmat dicicip saat baru masak bersama mentari pagi. Terdapat banyak varian rasanya dengan toping meses dan selai. Harganya Rp.1000. Posisinya di jalan Tanah Kongsi dekat Cakwe Chi-Tho.

3. Martabak Tipis ya Martabak Denai


Martabak ini tidak tebal, ukurannya tidak terlalu besar, kirspi dan enak loh. Dijual pake gerobak dengan merk Martabak Denai. Harganya Rp.2.500-Rp6.000,-. tergantung toppingnya, untuk yang martabak tipisnya. Posisinya diujung jalan Tanah Kongsi.

4. Cakwe Chi-Tho


Cakwe pertama dan tertua di Padang sejak 1970. Ada rasa original dan varian bumbu lainnya. Harganya untuk yang orinal Rp.3000,- dan ditambah bumbu menjadi Rp.6000,-. Alamatnya Jl. Pasar Tanah Kongsi No 45.

5. Beragamnya Jajanan Pasar


Beragam jajanan pasar bisa dijumpai ada gorengan, kue kering dan kue basah. Kue orientalnya Bakpau, Bakcang, kue Wajik, kue Moho (bukan maho ya). Semuanya halal, kecuali Bakcang. Harganya Rp.2000-Rp.10.000,-. Alamatnya sepanjang Jl. Tanah Kongsi menuju Jl. Niaga.

6. Kembang Tahu

Pasar Tanah Kongsi Padang

Kembang tahu ini produk sampingan proses perebusan kedelai berupa endapan yang terkumpul di permukaan air. Kuliner ini biasanya disajikan dengan campuran kuah jahe dan gula aren. Harga kembang tahu Rp.6.000,- dan susu kedelai Rp.3.000,- . Alamatnya sepanjang Jl. Pasar Tanah Kongsi.

7. Kopmil om Ping


Minuman hits di Kota Tua Padang sejak 2002. Campuran kopi dan milo ditambah krim manis. Harganya Rp.10.000,-. Alamatnya Jl. Kelenteng sebelah Gedung Kebudayaan HTT. 

8. Mie Shanghai


Mie ayam khas daerah Koto Tua Padang yang ada pangsit basahnya. Rasanya enak dan porsinya banyak, beda dg mie ayam lainnya. Harganya Rp.10.000-Rp.18.000,-. Alamatnya Jl. Kelenteng, dekat jalan masuk Pasar Tanah Kongsi.


Ini warung kopi legendaris juga sejak zaman kolonial loh sudah eksis tahun 1932. Khasnya kopi itam atau kopi O harganya Rp.10.000,- dan kopi es harganya Rp.11.000,-. Alamatnya Jl. Niaga 205.

11. Es Kiloan Kelenteng

Pasar Tanah Kongsi Padang

Es ini cukup legend di Kota Tua Padang. Sempat menghilang pasca gempa bumi 30 September 2009 karena bangunannya rusak dan kini hadir kembali. Bisa beli pake cup. Harga es kiloannya Rp.40.000,- dan cup Rp.5000,- Alamatnya Jl. Kelenteng 286, posisinya gedung dipaling ujung.

Nah, itu beberapa kuliner yang menurut Ubay wajib dicoba kalo ke Pasar Tanah Kongsi dan sekitar Kelenteng. Semua kuliner ini dijamin halal. Sembari wisata kuliner bisa juga mengabadikan momen selama berada di pasar. Oh iya, jika ada kuliner rekom lainnya yang belum disebutkan silahkan tambah ya di kolom komentar.
***
Mengunjungi pasar dapat menjadi liburan tersediri. Menghabiskan akhir pekan ke Pasar Tanah Kongsi sangat mengasikkan. Bisa hunting foto, kuliner dan belanja kebutuhan sehari-hari. Selamat mencoba. Mari ke pasar tradisional.
———————————————————————————————————————————————
©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan dan foto ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

1 comment:

  1. berwisata kuliner dipasar tanah kongsi kota padang sangat memanjakan lidah.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...