Friday, February 12, 2021

Bukit Nobita City Light of Padang, Aduhi Indahnya!


Bukit Nobita dapat menjadi alternatif untuk menikmati suasana perkotaaan dari ketinggian. Secara tempat ini dulunya pernah viral di media sosial dan pernah disesaki oleh para pengunjung yang penasaran. 

Setelah sekian lama tak mengunjunginya akhirnya saya kembali lagi ke Bukit Nobita. Rencana memang hanya akan menjadi wacana yang ujungnya malah tidak jadi. Kali ini memang serba dadakan saja.

Asiknya saat sore hari pergi ke Bukit Nobita, bisa sekalian lihat matahari terbenam dan kelap kelip lampu kota. Suasana ini yang menjadi daya pikatnya. Terbaik sekali dan tidak ada duanya di Kota Padang. No debat! wkwkwkwk


Namanya juga mencari view dari ketinggian tentunya akan mendaki, kecuali lihat view kota dari puncak hotel. Untuk sampai ke titik mula pendakian dapat ditempuh melalui dua jalur. 

Pertama jalan Kampung Jua dengan tanda masuknya arah ke SDN 27 Kampung Jua. Ikut saja jalannya hingga nanti jumpa banyak motor yang terparkir. Kedua via jalan Arai Pinang dengan tanda masuknya plang bidan kemudian ikuti juga jalannya hingga sampai ke poskonya. Tidak sulit dan kalau binggung bisa menggunakan Google Maps saja.

Sesampainya di lokasi awal, saya pun meletakan kendaraan. Sebaiknya ke Bukit Nobita ini menggunkan motor biar mudah mengaksesnya. Sejuah ini tidak ada tiket masuk untuk ke Bukit Nobita cuma bayar parkir Rp3000,- per motor.


Perjalanan kali ini seolah bernostagia kembali setelah 5 tahun tidak menginjakan kaki ke Bukit Nobita ini. Kondisi saat ini jauh lebih baik dan ada beberapa perubahan dari jalur trackingnya. Sudah jelas dan lebih lebar tapi masih jalan setapak tentunya. Jika dilihat dari pusat kota, jalur menuju puncak Bukit Nobita ini terlihat jelas.

Saya pun melihat ada spanduk terpasang yang menujukan nama kawasan plus ada dua tiang yang menjadi gerbang masuknya. Saatnya mendaki langsung terlihat satu pondok dan tempat parkir, mungkin ini posko pemantauan pengunjung oleh pengelolanya.


Saya ambil napas dulu sebelum mulai melangkah. Maklum tidak ada persiapan. Bersabar itulah hal yang harus dilakukan saat ke Bukit Nobita. Melangkah pun akan semakin lambat dengan napas yang sesak serta akan bermandikan keringan itu menjadi kondisi yang akan dirasakan ketika mendaki Bukit Nobita.

Selama tracking sesekali akan berjumpa dengan pengunjung yang naik dan turun serta masyarakat yang pulang dari ladangnya. Sebelum melewati ladang masyarakat nanti akan berjumpa anak kecil yang berjualan air mineral dan tissue di atas batu. Lumayan juga mana tahu sudah lelah duluan jadi bisa beli air minum.

Bukit Nobita Terbaru


Nah, jika letih dan tenggorokan kering bisa istirahat sejenak. Setidaknya dua kedai kecil dan satu cafe yang hadir di Bukit Nobita itu. Menariknya tahun 2020 lalu cafe ini jadi perbincangan juga karena lokasinya ada kolam pemandian Bukit Nobita dan bentuknya menyerupai kapal yang memandang kota. Nama tempatnya Kapal Sultan.

Tujuan saya tidaklah ke cafe atau pemandian tersebut melainkan ke spot view kota. Kalo ditanya bagaimana rasanya? Ya, capek sekali. Namun, setelah sampai rasa letih tersebut akan berguguran, terlebih  ketika melihat susasana kota yang berpadu dengan pemandangan alam yang mengelilinginya.

Bukit Nobita, Asal Muasalnya dan Beragam Nama


Sebenarnya saya mulanya menulis secara detail pengalaman saat bertandang ke Bukit Nobita ini. Waktu itu pada akhir tahun 2014, sebelum viral pada tahun berikutnya. Bahkan tulisan blog saya menjadi referensi oleh netizen dan media yang ingin review-nya. Kadang beberapa foto saya pun dipublikasi ulang di media. Walaupun begitu banyak yang tidak menyebutkan sumbernya huhuhuu

Bukit Nobita ini masuk kawasan Kelurahan Kampung Jua Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatra Barat. Tidak jauh-jauh amat dari pusat kota sekitar 20 menit, tergantung kendarannya. Bisa melipir sejenak dari hiruk pikuk kota.

Mulanya Bukit Nobita ini hanya untuk tempat berladang masyarakat sekitar dan menjadi lokasi kemping para pencinta alam. Namun, ketika tempat ini dibagikan ke media sosial dan jadi booming. Akhirnya ramai dan jadi buah bibir deh.

Nama bukit ini sebenarnya bervariasi dengan versi dan ceritanya tersendiri. Ada yang menyebut dengan Bukit Kampung Jua, Bukit Batu Kasek, Bukit Tigo Sajarangan, Bukit Batu Jarang hingga yang terkenal dengan nama Bukit Nobita.


Bukit Nobita City Light of Padang


Bukit Nobita merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati keindahan Kota Padang dari ketinggian 900 mdpl. Terutama saat pergantian hari, saat petang hingga gelap tiba. Betapa tidak, hampir 180° view kota tampak jelas. Sungguh mempesona dan romantisnya.

Saya menyebutnya Bukit Nobita ini sebagai city light of Padang. Pernah hits pada zamannya, meski keberadaannya pernah redup akan tetapi pesonanya tak pernah padam. Siapa saja yang telah mengunjungi Bukit Nobita akan terhipnotis dan terpesona dibuatnya.


Setidaknya ada tiga spot menarik yang wajib disinggahi saat sampai di Bukit Nobita. Pertama pohon love lokasinya pertama yang bisa kunjungi. Mengabadikan di tempat ini seru juga. Lokasinya bersebelahan dengan cafe kapal.

Dilanjutkan perjalanan agak naik sedikit akan sampai di kawasan yang banyak rumput ilalang plus 3 batu besar yang jaraknya tidak begitu jauh. Titik ini yang paling sempurna untuk melihat panorama kota. Dari kejauhan terlihat bangun dan tempat yang ikonik di Padang seperti pusat perbelanjaan, hotel, masjid, Gunung Pangilun hingga Pabrik Semen Padang.


Istirahat dulu sebentar sambil menikmati pemandangannya. Sebenernya apa yang disajikan ini sulit untuk diungkapkan. Bagus pokoknya. Bukit Nobita itu tempat menyepi dan cuci mata yang paling asik. Saya pun duduk di atas batu pertama view-nya lepas sekali dan asik deh melihat suasana kota dari tempat ini. Spot view rekomendasi.

Setelah itu pindah ke batu kedua yang lumayan tinggi harus naik terlebih dahulu, menurut saya pemandangan dari atas batu ini tidak begitu asik. Terkadang di atas batu ini banyak pengunjungnya untuk bersantai sembari bermain gitar, areanya cukup luas.


Terakhir batu ketiga ini tempat yang sangat fotogenik karena terdapat dua pohon yang menjadi frame di antara batunya. Saya suka sekali dengan tempat ini. Bisa berpose dengan gaya andalan atau sedikit alai dengan latar pemandangan kota yang penuh cahaya.

Suara kereta api pembawa semen pun terdengar jelas. Alunan ayat suci sayup-sayup keluar dari pengeras suara di masjid-masjid. Petanda itu lembayung senja akan tiba. Sementara itu dari celah Bukit Gado-Gado sang mentari yang gagah akan pulang keperaduannya.


Cahaya kota itu mulai hadir. Berwarna di tengah langit yang kian menghitam berpadu dengan garis senja yang menghiasi angkasa Kota Padang. Kumandang azan Magrib mengema seraya malam pun telah dijemputnya. Momen ini menciptakan langit dan cahaya kota yang sedang cantik-cantiknya. Penuh warna jika diabadikan.

Bukit Nobita bisa dinikmati jika cuaca cukup cerah, dan tidak begitu berawan. Jangan coba-coba mengunjunginya saat mendung, nanti jika tiba-tiba hujan jalurnya akan licin.

Karena sudah semakin gelap, sudah saatnya turun. Soalnya tidak bawa penerangan hanya mengandalkan lampu senter dari handphone. Sayangnya baterai handphone saya pun sudah sekarat, untuk itu harus bergegas turun. Ditambah kian malam akan banyak nyamuk juga.

Sebabnya itu, jika penasaran jangan ditunggu-tunggu dulu. Silahkan kunjungi dan coba sensasi lain melihat cahaya Kota Padang dari ketinggian.
—————————————————————————————————————————————
©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan dan foto ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

27 comments:

  1. Keindahan yang tergambar dari tulisan...

    ReplyDelete
  2. Dari jaman 2014 punya wacana ke trmpat ini dan berakhir tetap wacana sampai 2021. Huhuhu

    Kapan abang ajak aku kesini ???
    #Laahhh #Guesiapayak? Wkwkwkwkw

    ReplyDelete
  3. Kereen bg, bg bagi info donh, itu pake kamera apa hasilnga jernih sekali😁

    ReplyDelete
  4. indah nian bang hasil foto dan tempatnya

    ReplyDelete
  5. Aiiiiiih cantik nian bukit Nobita. Mau dong ke sini pas sore hari. Betewe itu Nobita dari Doraemon atau gimana? Kenapa nggak pakai nama lokal aja sih huvt.

    ReplyDelete
  6. Perbukitan macam ini emang lagi ramai dijadikan spot wisata. Kalau pas musim hujan bakal gak seru dan wajib ati-ati

    ReplyDelete
  7. Fix aku pengen banget foto di antara dua pohon yg bisa jd frame itu kak. Duh cakep banget, view senjanya, view kerlap kerlip lampunya. Ampun deh

    ReplyDelete
  8. Tempatnya bagus
    Fix no debat!

    Kalau melihat pemandangan-pemandangan di bukit Nobita ini, aku jadi teringat dengan pemandangan di Bukit Paralayang Tawangmangu, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu. Indahnya~

    ReplyDelete
  9. Masyaallah rancak bana, Da... bagusnya bukit Nobita... senang sekali pastinya ya bisa main ke sana, bisa didokumentasikan lewat artikel blog pulak, wah recommended nih jadi tempat kunjungan kalau ke Padang ya. Selain bisa mengikuti petunjuk yang disampaikan, bisa jg dengan bantuan dari Google Maps yo Uda Ubay... ^^

    ReplyDelete
  10. Jadi kalau di Bromo ada yang namanya BUkit Teletubbies ini mgkinn hampir sama dengan bukit nobita ya kak. Bagus banget pemandangannya jadi ingin deh saya jalan2 ke Padang

    ReplyDelete
  11. Cantiknyaaaa...beneran bisa lihat kesemua sudut kota ya. Pas aklau dijuluko City of Light. Di luar nama yang berbau daerah kenapa yang paling ternama Bukit Nobita. Apa ada bukit Doraemon juga?
    Terbayar pasti rasanya menaiki ketinggian sekian setelan di atas lihat indahnya pemandangan.

    ReplyDelete
  12. Kenapa dinamai Bukit Nobita ya, apa karena banyak penyuka nobita menyepi di sini? Hehe. Bagus banget pemandangannya. Keknya kalau duduk di sini lama-lama bisa dapat inspirasi tulisan yang berjubel di kepala.

    ReplyDelete
  13. Bukit nobita ini udah kereh ditambah yang ngambil foto keren abis anglenya pas dah.
    Tempat di luar jawa ya, kalau deket sidoarjo gitu besok bisa berangkat hiji

    ReplyDelete
  14. Masih penasaran sampai akhir. Kenapa namanya Bukit Nobita? Apa karena mirip dengan lokasi terbang Nobita saat pertama kali mencoba bermain baling baling bambu Doraemon kah?

    Tapi ... fotonya kece kece semua.

    ReplyDelete
  15. Keren kak. Jadi Bukit Nobita ini emang bagusnya didatangi pas malam hari ya. Saya jadi inget di Jogja juga ada, namanya bukit bintang. Pemandangannya mirip bgt kek gini. Thank ulasannya kak, kece :)

    ReplyDelete
  16. Aslii keren bangettt. Awalnya udah takjubb sama pemandangan di siang hari. Tapi pas baca sampai habis ternyata pas malem ngga kalah kereeennn 😭😭😭 pengeeen kesana

    ReplyDelete
  17. Fotonya keren keren... Jadi mupeng. Itu kenapa disebut bukit nobita gmn ceritanya? Kenapa bukan doraemon? 😁

    ReplyDelete
  18. Keren fotonya. Lucu ya namanya Bukit Nobita. Melihat pemandangannya, pantas jadi viral tempat wisata ini

    ReplyDelete
  19. Beneran bagus banget bukit Nobita ini. Terus terang pertama kali aku visit ke tulisan ini aku kira, aku salah baca. Ternyata beneran namanya bukit Nobita.
    Dan aku masih belum puas ngulik kenapa dinamakan bukit Nobita. Apakah itu ada kaitannya dengan karakter kartun atau memang ada kosakata Minang dari kata Nobita?

    ReplyDelete
  20. Maasya Allah, saya baru tahu ada pemandangan se-spektakuler ini di Padang. Sudah bertahun-tahun tak pulang kampung. Semoga ada waktu bermain ke sana suatu hari nanti.

    ReplyDelete
  21. Betul.. keren no debat.
    Kalo gini sih, nanti aku mau kalo ke Padang harus singgah ke bukit Nobita .eh tapi bisa bawa anak-anak gak ya? Takut curam juga..

    ReplyDelete
  22. ya Allah cantik banget bikin mupeng banget sih kak kesana, udah lama banget ga jalan-jalan dan keliling traveling

    ReplyDelete
  23. Belom pernah ke kota padang, cmn byk cerita soal kota padang, amazed bgt pemandangannya oke punyaa lho

    ReplyDelete
  24. Ternyata ada beneran ya Bukit Nobita Keren sekali kak jadi pengen ke sana

    ReplyDelete
  25. Wah keren sekali, Mas, terutama pas malam bisa lihat lampu-lampu kota :D

    ReplyDelete
  26. bagus banget tempat nya, dari: pengagum kota tua yang sering sepedaan

    ReplyDelete