Sunday, November 8, 2020

Ayo Jelajahi dan Tengok Eloknya Desa Wisata Sumatra Barat (Part 2)


Desa wisata memiliki daya tarik tersendiri untuk ditelusuri terlebih sekarang sedang banyak pengembangan desa wisata. Keberagaman budaya, atraksi, dan keindahan alam menjadi sajian paket wisata yang dapat dijumpai. Ada paket hemat dan paket komplit.

Setelah sebelumnya telah diulas desa wisata di Sumatra Barat yang seru untuk dikunjungi (cek disni), maka kali ini ada lanjutannya.

Lantas desa wisata apa saja yang ada di Sumatra Barat? Ini lanjutan part keduanya. 

 1. Desa Adat Madobak Kabupaten Kepulauan Mentawai

Desa Wisata Sumbar

Desa Adat Madobak ini berada di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Desa ini terpilih sebagai Desa Adat Terbaik se-Indonesia tahun 2018 versi Kementerian Desa karena tetap mempertahankan adat dan budayanya sehingga desa ini menjadi kawasan konservasi wisata berbasis budaya.

Desa Adat Madobak sudah lama menjadi tempat kunjungan wisatawan terlebih pelancong mancanegara. Untuk biasa sampai ke desa adat ini harus menyusuri sungai dan menembus hutan yang masih lestari.

Desa Wisata Sumbar

Mengunjungi suku asli pedalaman Mentawai ini akan mendapatkan sensasi yang luar biasa, mulai dengan segala kesederhanaanya, bisa berinteraksi langsung menginap di Uma, rumah khas Mentawai.

Belajar berburu dan mencicipi makanan berbahan sagu yang langsung alam hingga melihat upacara tradisional mengusir roh-roh. Ada juga kerajinan khasnya, ikat kepala, dan manik-manik berwarna-warni. Uniknya lagi adalah tato tradisional Mentawai yang sangat menawan dan tertua di dunia. Menarik bukan?

2. Desa Wisata Apar Kota Pariaman

Desa Wisata Apar ini berada di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatra Barat. Nama desanya memang tidak begitu menonjol ketimbang destinasi wisatanya. Desa Wisata Apar juga masuk nominasi Desa Wisata Nusantara Kemendes Tahun 2019.

Desa Wisata Apar menyuguhkan aktraksi yang menarik untuk dokunjungi sebagai wahana edukasi dan rekreasi. Ada Sekolah Tinggi Ilmu Baruak (STIB) cukup fenomenal, ada kawasan wisata hutan manggrove dengan jalur tracking yang fotogenik.

Kemudian ada konservasi penakaran penyu yang menarik untuk dipelajari hingga produk olahan buah manggrove, seperti sirup mangrove, galamai, dan selai yang dapat mejadi buah tangan saat berwisata ke Kota Pariaman.


3. Kampung Budya Jawi Jawi Kabupaten Solok


Kampung Budaya Jawi-Jawi sudah diproyeksikan sejak awal menjadi desa wisata budaya semenjak menjadi binaan kementerian Pariwisata tahun 2017. Kampung ini berlokasi di Nagari Jawi-Jawi Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat.

Kampung Budaya Jawi-Jawi menyuguhkan atrakasi budaya Minangkabau dengan pesona alam khas kaki Gunung Talang yang masih terjaga di daerah ini. Pengunjung dapat berinteraksi dan menginap di rumah adat yang menjadi homestay.

Wisatawan dapat berbaur dengan masyarakat, melihat hingga terlibat dalam aktivitas bercocok tanam, wisata kuliner, menikmati suasana balapau (mengunjungi kedai) sambil main domino dan koa. Itu semua menjadi daya tariknya untuk dapat dijelajahi saat berwisata ke Kabupaten Solok.

4. Desa Wisata Tabek Talang Babungo Kabupaten Solok

Desa Wisata Sumbar

Desa wisata ini berada di  Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hilir Gumanti Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Suasana desanya sangat sejuk dikenal sebagai penghasil gula aren dan gula tebu.

Menariknya desa wisata ini sudah dikembangkan sejak tahun 2015 melalui program Kampung Berseri Astra yang merubah sedikit demi sedikit nagari ini menjadi berwarna penuh dengan taman bunga sehingga lingkungannya kian asri.

Desa Wisata Tabek Talang Babungo ini mengusung konsep Minang Tuo dengan menghadirkan kembali tradisi budaya Minangkabau. Tersedia juga homestay dan paket wisata budaya seperti menjelajah kebun tebu, mandi ke sungai hingga belajar silat.

5. Desa Wisata Rantih Kota Sawahlunto


Desa Wisata Ranting terletak di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat. Desa ini menjadi daerah yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan kolonial dan industri tambang batubara yang saat ini telah menjadi warisan dunia. Topografi desa ini berada berbukit-bukit dengan potensi pertanian dan wisata pertualangan menjanjikan untuk ditelusuri.

Desa Wisata Rantih ini memiliki berbagai macam aktivitas yang bisa dicoba mulai menjelajahi sungai dengan dan arung jeram, menyusuri empat air terjun yang lokasinya sangat berdekatan, menikmati suasana aktivitas pedesaan seperti membajak sawah dan menanam padi.

Tidak lupa juga bisa mencoba berkemah dengan alam yang syahdu atau menginap di homestay yang telah disedikan pengelola. Atraksi budaya juga jangan sampai dilewatkan dapat menyaksikan rebab, talempong kajah prahu, berkhaul, batoboh hingga pacu perahu. Untuk oleh-oleh pun bisa membeli kerajinan dari tempurung kelapa dan bamboo.

6. Kampung Wisata Sanjai Kota Bukittinggi

Kampung Wisata Sanjai menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi, daerah ini menjadi asal muasal dari lahirnya keripik balado yang menjadi buah tangan jika berlibur ke Ranah Minang. Tempatnya berada di daerah Sanjai Kelurahan Manggis Ganting, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan
Kota Bukittinggi, Sumatra Barat.

Masyarakat di kampung ini sudah lama dan beberapa generasi memproduksi kerupuk sanjai atau keripik balado. Pengunjung dapat melihat secara langsung proses pembuatannya dari bahan baku hingga menjadi keripik balado yang yummi. Daerah ini juga ada atraksi belajar cocok tanam ke sawah dan sabik iriak hingga pertunjukan kesenian tradisional Minangkabau.

7. Nagari Tuo Pariangan Kabupaten Tanah Datar


Nagari Pariangan merupakan desa tua di Minangkabau yang berada di kaki gunung Marapi, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Nagari ini memiliki panorama alam yang menakjubkan dan nilai sejarah Minangkabau yang tinggi sebagai tempat mulanya lahirnya Minangkabau. Wajar dijuluki desa terindah di dunia versi Majalah Budget Travel Tahun 2012.

Hamparan sawah berlatar bukit barisan dari kejauhan menjadikan desa ini sebagai salah satu destinasi wisata yang cocok untuk berlibur. Di desa ini juga terdapat beragam cagar budaya mulai dari prasasti, makam panjang, surau, rumah adat Minangkabau yang telah berusia ratusan tahun hingga ada sumber air panas. Tak lupa mencicipi kuliner khasnya seperti kopi daun kawa.


Keunikan desa adat di Sumatra Barat itu ibarat makan di restoran Minangkabau, pasti memiliki banyak varian menunya. begitu juga dengan keberadaan desa wisata yang tidak hanya berbicara soal destinasi saja tapi ada banyak aktivitas, keragaman budaya hingga keunikan desanya yang bisa dinikmati dan ditelusuri kapan saja. 

Desa wisata di Ranah Minang ini menjadi bagian juga dari bucket list kunjungan desa wisata di Indonesia.  Jadi, yuk jelajahi dan tengok eloknya Desa Wisata Sumatra Barat.
——————————————————————————————————————————————————
©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

21 comments:

  1. wah terlihat indah juga ya.. kerenn

    ReplyDelete
  2. Saya selalu berasa kayak turis kalau menjelajahi tempat tempat yang "desa banget" kayak gini. Padahal saya juga tinggal di sebuah desa. Tapi sayangnya gak ada yg kayak gini

    ReplyDelete
  3. Saya pernah tinggal di Riau, sempat ke Sumbar. Tapi belum menikmati betul alamnya karena mabuk sepanjang perjalanan hehehe. Pengen ke sana lagi. Menarik paket2 wisatanya. Kapan ya bisa ke sana. Sekarang saya sudah di Sulawesi.

    ReplyDelete
  4. ya ampun kak, aku mumpeng banget ke Mentawai, pengen banget menginjakkan kaki di desa adat Madobak, selama ini cuma bisa melihat di foto2. duhh, semoga tahun ini bisa kesana, mau nyicip mkanan berbahan sagu dari asalnya :)

    ReplyDelete
  5. Ya Ampuun bisa seru banget kayaknya kalau saya jalan2 melihat wisata Sumatera Barat. Sayang banget saya belum pernah ke sana sama sekali. Mudahan ada rezeki bisa main ke sana agar mengeksplore budaya Sumbar

    ReplyDelete
  6. Akhirnya ketemu juga dengan lanjutannya. Udah baca vagina satu Minggu lalu senang banget sekarang diajak menjelajah lagi

    Banyak ilmu nih yg saya kira bisa dipraktikkan juga di desa desa di Jawa

    ReplyDelete
  7. Saya penelitian hampir 4 bulan di Nagari Tuo Pariangan. Sungguh kesempatan berharga bisa berkunjung dan tinggal sejenak di sana.

    ReplyDelete
  8. Aku langsung tertarik membaca tentang Desa Adat Madobak Kabupaten Kepulauan Mentawai ini kak.
    Rasanya beneran masih terjaga banget ini budaya di desa adat madobak. Kurasa kalo jalan ke situ, berasa kayak berada di pedalaman di film-film.

    ReplyDelete
  9. Wah lengkap ya desa wisata Sumbar, ada desa tua, wisata budaya, penghasil buah tangan setempat,kampung berseri Astra...lengkap semua ada. Bingung mau pilih mana. memang potensi Sumatra Barat banyak sekali ya...layaknya makan di rumah makan Minang saat dihidang , mau makan aja sudah pusing pilih duluan..enak semau euy

    ReplyDelete
  10. Semoga dengan acara ini bisa mengenalkan dan mengakrabkan kehidupan desa kepada kawan-kawan semua yang nggak pernah ke desa. Apalagi suasananya yang asri membuat betah untuk berlama-lama berkunjung di sana, nggak mau pulang-pulang.

    ReplyDelete
  11. MasyaAllaah aslii beneran pengen kesanaa. Suka banget sama tata (desanya). Kayak kembar semua gitu rumah2nya. Asli deh, ini salah satu jadi destinasi wisata berikutnya sbeelum menuaa

    ReplyDelete
  12. Acaranya bagus ya kak jadi membuat wisatawan kepo pengen datang langsung menyaksikan atraksi di tempat asalnya..semoga saya kesampaian deh berkunjung ke SumBar

    ReplyDelete
  13. wah dari dulu mimpi banget bisa ke Mentawai, belum kesampaian. Ada kakak kelas yang ambil penelitian thesisnya di sana, mupeng banget liat gambar-gambarnya, makin mupeng pula lihat ini

    ReplyDelete
  14. Desa wisatanya banyak dan beragam ya di Minang. Dan memang sekarang ini potensi wisata daerah semakin ditingkatkan, semakin banyak bermunculan desa-desa wisata dengan kekhasannya masing-masing. Di Jawa Tengah juga mulai nampak, meski aku nggak sepaham mas Bayu, sampai dituliskan seperti ini, hehe.

    ReplyDelete
  15. Wah buat rekomendasi nih untuk temenku yang penggila tato, boleh diinfoin buat cobain bikin tato tradisional dan tertua di dunia di Mentawai yaa

    ReplyDelete
  16. Huaaaahh penasaran mau nonton
    Aktornya idamanku juga.
    Dan itu huah huah fotografinya kece badai jadi kek nampak nyata aku di sana

    ReplyDelete
  17. Wuah mantab. Kulinernya asyik, tempatnnya juga menarik. Aku mupeng banget sama yang Kepulauan Mentawai itu, keren banget suasananya :D

    ReplyDelete
  18. Langsung ingin ke Nagari Tuo, sepertinya di sana suasananya adem dan bikin pikiran kembali tenang. Desa wisata yang ada di list atas, belum ada satupun yang kukunjungi. Aaaah semoga suatu saat nanti, manifestasi positif duluu. Uniknya karena, dekat dengan budayanya yang kental ini yaa.

    ReplyDelete
  19. waaah serunya, masih asri dan alami gitu :) jadi penasaran ya sama kehidupan yang masih alami :)

    ReplyDelete
  20. Budaya di Sumatra barat memang sangat unik dan kental.
    Salah satu kerabat kami tinggal di Sawahlunto dan juga Bukittinggi.
    Perjalanan Lewat kelok sembilan dari Medan membuat ngeri tapi tetap saja kami rindu

    ReplyDelete
  21. Budaya di Sumatra barat memang sangat unik dan kental.
    Salah satu kerabat kami tinggal di Sawahlunto dan juga Bukittinggi.
    Perjalanan Lewat kelok sembilan dari Medan membuat ngeri tapi tetap saja kami rindu

    ReplyDelete