Thursday, January 3, 2019

Pantai Muaro Bantiang dengan Pesona Barisan Pohon yang Instagenik


Kabupaten Pesisir Selatan kaya akan keindahan baharinya. Gugus pulau dan pantainya yang cantik terkadang membuat siapa saja yang berkunjung akan takjub. Ada satu tempat yang bisa menjadi pilihan untuk menikmati akhir pekan atau sekedar "mager-an" di alam. Pantai Muaro Bantiang namanya.

Pantai ini belum begitu familiar, tapi cukup eksotik dan instagrammble. Wilayah pantainya masih masuk Kawasan Wisata Terpadu Bahari Mandeh, tepatnya berada di Nagari Pulau Karam, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Ya, kira-kira 1,5 jam dari Kota Padang.

Sore itu, dari Pantai Batu Kalang saya dan Redho melanjutkan perjalanan ke Pantai Muaro Bantiang. Dengan menggunakan motor kami pun sampai. Akses jalannya sangat sangat baik, mulus sekali. Dapat ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan. Untuk bus pariwisata kecil pun bisa.

Jika dari Gapura Mandeh dapat mengikuti jalur menuju Pantai Batu Kalang. Memang sih yang kurangnya petunjuk arahnya. Jika bingung dapat bertanya pada masyarakat sekitar. Gampang kan? Hehehe

Mau berhenti di mana bang? Tanya Redho. Bebas, jawab saya.



Memasuki area pantai akan dijumpai deretan pohon pinus jarum yang tumbuh menjulang tinggi. Mereka berbaris dengan rapi seolah menjadi pagar bagi daratan di sekitarnya. Pohon ini menjadi objeknya. Banyak pengunjung yang singgah ke sini untuk berfoto. Mengambil gambar perpektif dengan latar pohon. Tergantung sense dan sudat pandangnya sih.

Saya pun tidak tahu asal muasa hadirnya pohon ini, pastinya ditanam. Sepertinya sudah lebih dari 10 tahun. Sebarannya cukup panjang mungkin kurang dari 1 km. Pantainya berpasir kecoklatan berbeda dengan Pantai Batu Kalang yang jauh lebih putih. Tekstur pasirnya pun mirip dengan Pantai Pasie Jambak dan Pantai Sako di Kota Padang.



Karena keasikan jepret sana jepret sini jadi tidak sadar jika baterai kamera sudah low sekali. Akhirnya kami memutuskan menempi di salah satu warung untuk numpang charger dan istirahat sejenak sembari menikmati capucino dingin. Di sini tidak banyak warung, dapat dihitung dengan jari. Apalagi payung warna warni yang lumrah hadir di tepi pantai di Sumatra Barat.

"Sudah mau sunset nih bang, lanjut yuk ke Puncak Mandeh!" ajak Redho. Kami pun bergenas membayar minuman dan mencoba kembali mengambil beberapa gambar lagi.

Pantai Muaro Bantiang atau biasa disebut Pantai Muaro ini berada dekat muara sungai dan sayangnya lagi rawan abrasi. Terlihat sekali dari ketinggian pantai yang tergerus ombak tiap waktunya. Karakter ombaknya cukup aktif sehingga tidak direkomendasikan untuk bermain air. Namun, terlihatnya ada masyarakat sekitar yang menjadikan pantai ini untuk olahraga selancar.


Muda mudi di sini hingga yang sudah memiliki keluarga sering menjadikan pantai ini sebagai tempat rekreasi atau sekedar JJS (Jalan-Jalan Sore). Pantai ini juga bisa menjadi pilihan tempat gathering, kemah atau outbond. Tahun 2018 lalu menjadi lokasi diselenggarakannya Festival Tikuluak. (FYI: Tikuluak itu penutup kepala perempuan dalam adat dan budaya Minangkabau yang terbuat dari kain dengan bentuk seperti selendeng panjang dan dikreasikan menjadi beragam bentuk.)

Pantainya sangat bersih, nyaman dan bebas parkir plus tiket masuk. Melihat matahari terbenam menjadi momen yang selalu ditunggu bila bermain ke pantai. Di sini dapat juga mencobanya. Ya, tiap pantai kan beda rasa saat tiba senjanya. Begitu pula cara menikmatinya.

Pantai Muaro Bantiang memiliki pesona yang tidak boleh dilewatkan. Dari Puncak Mandeh atau Pantai Batu Kalang sangat dekat. Sangat rugi bila tidak singgah dan menikmati kesejukan pantai dengan barisan pohon yang seirama.
————————————————————————————————————————————————————
©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...