Sunday, March 1, 2026

Ke Pasaman, Enaknya Cari Kuliner Apa Ya?

Kuliner Pasaman

Ke Pasaman, Enaknya Cari Kuliner Apa Ya?

Kalau sedang merencanakan perjalanan darat ke arah utara Sumatera Barat, melewati jalur lintas menuju Mandailing atau sekadar ingin “healing” tipis-tipis dari riuhnya kota, Kabupaten Pasaman bisa jadi pilihan yang menyenangkan. Ibukotanya, Lubuk Sikaping, memang tidak seramai Bukittinggi atau Padang. Tapi soal urusan perut, jangan salah. Ada beberapa kuliner yang menurut saya layak diburu.

Saya selalu percaya, cara paling jujur mengenal sebuah daerah adalah lewat makanannya. Kabupaten Pasaman punya karakter rasa yang kuat: sederhana, tidak neko-neko, tapi nendang.

Dendeng Batokok di Aia Manggih, Sederhana tapi Nampol

Kuliner Pasaman

Kalau bertanya ke warga lokal, salah satu nama yang sering muncul adalah Rumah Makan Dendeng Batokok di Aia Manggih, Lubuk Sikaping. Lokasinya strategis, masih di pusat kota. Tempat ini sudah ada sejak 2009 dan sampai sekarang tetap jadi rujukan banyak orang, termasuk perantau yang pulang kampung.

Menu yang tersedia sebenarnya cukup lengkap, khas rumah makan Minang pada umumnya, ada rendang, berbagai jenis gulai, ayam goreng, sampai ikan pes mol. Tapi yang jadi primadona tentu saja dendeng batokok-nya.

Kuliner Pasaman
Kuliner Pasaman

Buat yang belum familiar, dendeng batokok adalah irisan daging sapi yang dipukul (dibatokok) hingga pipih, yang sebelumnya sudah direbus terlebih dahulu dan biasanya disajikan dengan sambal lado hijau atau merah. Versi rumah makan di sini berjenis dendeng batokok yang lambok. 

Daginnya mempunyai warna yang agak unik, agak kecoklatan, rada keabu-abuan dan tidak terlalu gelap seperti dendeng balado yang biasa kita temui. Bumbunya tidak terlalu “ramai”, tapi justru di situlah kekuatannya. 

Kuliner Pasaman

Rasa dagingnya masih terasa, rempahnya pas, tidak menutup karakter asli daging. Ketika digigit, teksturnya empuk tapi tetap ada sensasi seratnya. Kombinasi ini bikin nasi cepat sekali habis tanpa terasa. Tentunya jika ke Kabupaten Pasaman tidak boleh dilewatkan menu yang legendaris ini. Cocok disantap saat makan siang setelah perjalanan jauh, atau makan malam santai bersama keluarga.


Pisang Salai Manis Tanjuang Baringin, Legit yang Bikin Rindu

Kuliner Pasaman

Setelah urusan makan berat beres, saatnya berburu oleh-oleh. Di Lubuk Sikaping, salah satu yang paling sering direkomendasikan adalah Pisang Salai Manis di kawasan Tanjuang Baringin, Lubuk Sikaping. Usaha ini sudah berdiri sejak 2006 dan masih mempertahankan cara pengolahan tradisional.

Proses pembuatan pisang salai biasanya dilakukan dengan cara pengasapan atau dijemur di bawah terik matahari. Tempat ini menggunakan sistem pengolahan dengan cara dijemur menggunakan ruangan khusus dari terbuat dari plastik mirip Rumah Kaca. Pisang yang sudah dipilih biasanya jenis pisang yang tidak terlalu lembek diasapi perlahan hingga kadar airnya berkurang. Hasilnya adalah tekstur yang kenyal, agak kering di luar tapi tetap lembut di dalam.

Kuliner Pasaman

Di sini tersedia dua pilihan ukuran: yang panjang dan tipis, serta yang kecil. Rasanya perpaduan manis alami pisang, sedikit asam, dan legit yang khas pisang salai pada umumnya. Selain pisang salai, ada juga keripik pisang karamel yang gurih dan renyah. Teksturnya ringan, dengan balutan rasa manis yang tidak berlebihan. Cocok jadi teman ngopi sore atau bekal perjalanan pulang.

Menariknya, pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatannya. Buat yang suka belajar soal UMKM dan proses produksi tradisional, ini pengalaman yang menyenangkan.

Kuliner Pasaman

Usaha pisang salai ini ternyata memasok kebutuhan pisang salai yang direbanding oleh pusat oleh-oleh di Padang dan Bukittinggi. Meskipun pengolahannya rumahan tapi mampu bersaing dengan menjaga  konsistensi kualitas dan rasa. Pisang salai dari Pasaman salah satu contoh nyatanya.

Jadi kalau ke Pasaman, jangan pulang dengan tangan kosong bisa segera beli pisang salai manis atau keripik pisang karamelnya.


Kacang Randang Pasaman, Sederhana dan Bikin Ketagihan

Kuliner Pasaman

Opss, ada satu lagi yang tidak boleh terlewat: Kacang Randang Pasaman. Lokasinya di Nagari Sundata, sekitar 10 menit dari Lubuk Sikaping. Sepanjang jalan lintas Pasaman–Medan, kita akan melihat beberapa UMKM yang memproduksi kacang randang ini. 

Mudah ditemukan karena banyak yang berjualan di tepi jalan, ada Usaha Kacang Randang Rahmi Anak Pak Iwan, Kacang Goreng Nini, Randang Kacang Mak Uwo, Kacang Randang Garuda Pasaman, dan brand kacang randang lainnya.

Kacang randang di sini bukan “randang” seperti rendang daging. Istilah randang merujuk pada teknik memasak atau menyangrai dalam waktu lama. Kacang tanah dirandang menggunakan pasir di dalam kuali besar, di atas tungku api. Api dijaga tetap sedang agar kacang matang merata dan tidak gosong.

Kuliner Pasaman
Kuliner Pasaman

Prosesnya masih tradisional. Pengunjung bisa melihat secara live bagaimana kacang diaduk terus-menerus agar hasilnya sempurna. Aroma kacang yang sedang dirandang itu khas sekali. Hasil akhirnya? Kacang yang renyah, gurih, dan tidak terlalu berminyak. Cocok jadi teman ngobrol, nonton, atau sekadar camilan di perjalanan. 

Kacang randang Pasaman ini menarik untuk dikunjungi dan mejadi daya tarik kuliner yang tidak boleh dilewatkan

 
***

Yang menarik dari tiga kuliner ini bukan hanya soal rasa, tapi juga cerita di baliknya. Jarang-jarang kita berkunjung ke Kabupaten Pasaman, tentunya kesempatan untuk bisa menjelajah lebih banyak lagi. Dendeng Batokok yang bertahan lebih dari satu dekade, usaha pisang salai yang konsisten sejak 2006, dan UMKM kacang randang yang masih setia pada tungku apinya, semuanya menciptakan kesan yang tidak terlupakan

Lubuk Sikaping mungkin tidak punya pusat perbelanjaan besar atau kafe estetik yang berjejer. Tapi justru di situlah letak daya tariknya. Datang langsung melihat proses pembuatannya, cicipi dan ngobrol dengan pemilik usaha ini menjadi atraksi yang menarik. Bagi saya, itu semua yang membuat sebuah perjalanan memorable.

Kalau suatu hari punya kesempatan melintas atau memang sengaja singgah ke Kabupaten Pasaman, jangan ragu untuk mencicipi ketiga kuliner ini. Siapa tahu, dari sekadar mampir makan, kamu justru menemukan alasan untuk kembali lagi.

Ada rekomendasi kuliner legendaris lainnya di Pasaman? Yuk, tulis di kolom komentar. Siapa tahu bisa jadi daftar buruan berikutnya.

©Hak Cipta. Jika mengkopi-paste tulisan ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment