Sepiring Nasi Kapau dan Bersama Sejuknya Kota Bukittinggi
Main ke Bukittinggi wajib deh untuk wisata kulineran. Ini loh Nasi Kapau. Bisa dapat ditemui di Los Lambuang, Pasa Lereng, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Sekitar 300 m dari objek wisata Jam Gadang.
Nama Kapau itu berasal dari Nagari Kapau, Kabupaten Agam yang dikenal pandai meracik makanan. Tidak sembarang orang tahu racikan asli bumbu khas kapau, yang pasti, setiap keluarga punya komposisi sendiri dan selalu dirahasiakan secara turun temurun.
Nasi Kapau ini sangat unik karena penyajiannya sangat menariklauk paik disusun bertingkat dalam wadah besar dan si penjual akan mengambil lauknya dengan sendok yang panjang. Dalam satu kedai Nasi Kapau bisa terdapat 15-20 jenis lauk pauk dan berbagai jenis gulai. Begitu lengkap dan menggugah selera. Bisa-bisa bingung untuk memilih lauknya. Biasanya saya mencari Tambusu. Pokoknya lamak bana!
Rumah makan ini termasuk tempat makan yang legendaris di Kota Bukittinggi sejak 1947. Menu yang menjadi rekomendasi untuk dicicipi itu ada Ayam Pop plus sambalnya, gulai babat, dendeng kering balado dan gulai ayam. Meskipun begitu ada beragam menu lainnya yang bisa dinikmati.
Ayam Pop menjadi salah satu menu andalan rumah makan yang terkenal di Bukittinggi. Bukan karena ayamnya suka jenis musik Pop, tapi ini soal cita rasa dan pengolahan ayamnya. Ayam Pop ini sebagai resep makanan khas Bukittinggi. Disajikan ketika masih panas dipadukan bersama hangatnya nasi, beuuh lamak bana!
Nikmatnya Randang Rajo-Rajo Simpang Jondul
Rumah makan ini menyajikan menu randang yang the best. Ada beragam jenis randang yang tersedia mulai randang lokan, paru, belut, telur, tuna, lele, jengkol, paku hingga varian lain. Kualitas rasa dan teksturnya memang menggoyang lidah sekali.
Rumah makan ini sudah berdiri sejak tahun 1997. Tidak hanya menyediakan menu Randang tapi ada berbagai menu lainnya seperti ayam bakar, belut goreng, gulai dan sayur pelengkap lainnya. Cita rasanya masih terjaga dan autentik sekali .
Setiap makan di tempat para pengunjung dapat melihat langsung prosesi marandang secara tradisonal dengan tungku dari kayu. Atraksi memasak langsung ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta kuliner Minangkabau di Kota Padang
Jika makan siang akan selalu raman. Selain makan ditempat rendangnya bisa dibungkus menjadi oleh-oleh juga. Beralamat di Jondul Raya No.2, Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat. Buka dari jam 10.00-17.00 WIB
Rumah Makan Mutiara Malam, Legendaris Pemadam Kelaparan Malam Hari di Padang
Rumah Makan Mutiara Malam merupakan rumah makan legendaris ini sudah eksis sejak tahun 1991. Spesialis rumah makan Padang yang menyediakan masakan yang masih “hangat ketika malam hari.
Nuansanya rumah makan tempo dulu masih tertulis “Amepera Mutiara Malam” dan sajian menunya menggunakan gerobak. Bagi perantau rumah makan ini menjadi tempat bernostagia sekaligus tempat pemadam kelaparan di malam hari. Banyak pejabat dan tokoh publik yang makan di tempat ini.
Menunya super lengkap khas Minang banget, mulai dari yang berkuah hingga yang kering. Menu best sellernya Dendeng Lambok yang kaya rempah dan Samba Lado Patai yang menggoda sekali. Mutiara Malam menjadi salah satu rekomendasi kuliner malam yang wajib dicoba. Buka mulai pukul 16.00-03.00 WIB berlokasi di dekat Kawasan Permindo Jalan Belakang Olo, Kota Padang.
Rumah Makan Udang Kelong, Spesifik Menu Seafood Bakar
Mencari tempat makan siang di Padang dengan menu yang spesifik kadang bikin binggung. Meskipun ada banyak tempatnya tapi yang menjadi rekomendasi dan pilihan tidak banyak juga. Nah, salah satunya Rumah Makan Udang Kelong.
Rumah makan ini menyediakan menu spesifik olahan seafood tapi yang ajibnya yang bakar-bakarnya. Bumbunya sangat kaya akan rempah dan pas di lidah. Umumnya ada menu berupa goreng balado, gulai, dan bakar. Untuk lauknya ada udang kelong, cumi, ikan karang, ikan taenam. Tidak lengkap juga dengan sayur pucuk ubi rebus, sayur tumis toge dan pario bada tumis. Tersedia juga berbagai jenis minuman yang dapat dipilih seperti es teh, es kelapa jeruk dan jenis jus.
Menu favorit Ubay kalo makan di sini tidak jauh dari cumi bakar, ikan karang bakar, pario bada tumis dan cumi tepung. Duh itu semua bikin ngiler loh.
Memasuki jam makan siang tempat ini selalu ramai didatangi para pengunjung. Jika ingin makan ketika jam makan siang baiknya sebelum jam 12.00 WIB deh. Lokasinya di Jalan Purus 2 NO.13A Padang ( Purus Intercom).
Rumah Makan Lai Taraso, Gulai Kepala Ikannya Mantap!
Ada satu rumah makan di Kota Padang yang dapat jadi rekomendasi untuk tempat makan siang. Nama tempatnya RM Lai Taraso. Rumah makan ini menyajikan menu kuliner rumahan spesialis gulai kepala ikan yang ukurannya jumbo.
Uniknya, kuah gulainya itu melimpah bawangnya dengan yang santan kental semakin nikmat dan gurih.Biasanya akan lebih seru jika dinikmati secara bersama-sama. Menu lainnya yang dapat dicoba adalah sayur anyang, jengkol taruang lado hijau, goreng ayam, ikan bakar, karupak sanjai dan peyek udang.
Kalo mau coba makan disini diharapkan sebelum makan siang ya. Abisnya selalu rame dan silih berganti yang datang. Terus kadang suka terabaikan saking minimnya petugas yang melayaninya. Lokasinya di Jalan Raya Bypass (Pisang), Padang (Tidak jauh dari Rumah Sakit Semen Padang dan sesudah SPBU Pisang).
Menikmati Makan Siang di Pondok Makan Devi Seafood
Mencari makan siang yang rekom emang gampang-gampang susah sih, apalagi di Padang ini banyak tempat makan yang menggoyang lidah. Nah salah satu yang bisa jadi pilihan adalah Pondok Makan Devi Special Seafood.
Ya, sesuai dengan namanya menu utamanya berbahan olahan seafood dengan spesifik gulai ikan laut, goreng ikan lau balado, cumi goreng tepung, gulai cumi, gulai udang dan yang katanya mantap itu tidak lengkap jika mencicipi kerupuk jengkol baladonya. Wew
Tempat makan ini ramai selalu ketika jam makan siang. Silih berganti pengunjung memadainya terkadang sampai lupa petugasnya untuk menghidangkan menu makan diatas meja. Soal rasa sejauh ini masih terjaga kelezatannya dan harganya pun sangat terjangkau. Ya lebih seru jika makan di sini ini rombongan.
Nikmatnya Sate Mak Syukur, Kuliner Legend Kota Padang Panjang
Siapa yang tidak mengenal kuliner khas Padang Panjang ini. Tiap lewat mau pergi atau pulang dari Padang - Bukittinggi akan terlihat sate legendaris di Minangkabau ini. Namanya Sate Mak Syukur (SMS) H. Sutan Rajo Endah. Sudah eksis sebelum kemerdekaan loh sekitar tahun 1941. Mulanya berlokasi di Pasar Padang Panjang.
Sate Mak Syukur ini menggunakan daging sapi dengan kuah berwarna kekuningan. Makan satenya pun tidak lengkap jika tidak ditemani oleh kerupuk kulit yang ukurannya jumbo. Ini khasnya juga (Cuma lupa ambil fotonya hehe). Selain satenya yang melegenda ada juga menu Amping Dadih yang tak kalah lezatnya. Menu ini cuma ada yang di pasar ya.
So, kalo makan sate Mak Syukur suka di Pasar atau di Silaiang Bawah?
Nasi Padeh, Sarapan Legend di Kabupaten Tanah Datar
Nasi Padeh, sesusai namanya nasi ini memiliki taste yang cukup pedas tapi bisa bikin nagih. Tenang saja tidak sekedar pedas tapi memiliki citarasa yang kaya akan rempah. Nasi Padeh bermula dari Nagari Simabur, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kemudian menular hingga ke nagari tetangganya seperti Pariangan, Sawah Tangah bahkan hingga ke Batusangkar. Dalam perkembangannya, Nasi Padeh pun telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2010.
Nasi Padeh merupakan campuran dari nasi dengan bumbu rempah-rempah khusus dikenal dengan nama Lado Sipadeh. Bahan utamanya beras, kelapa parut, garam, irisan daun kunyit, daun surian, daun kinjuang, cabai kering yang dihaluskan, lengkuas, dan ikan maco.
Nasi Padeh ini pun seolah mirip dengan nasi goreng. Meskipun proses pembuatannya sangat berbeda. Nasi Padeh wajib hukumnya mengunakan nasi yang masih panas, disajikan ketika hangat-hangatnya, saat nasi mengepul. Tidak boleh ketinggalan juga dengna tambahan topingnya, ada kuah pical dan rakik maco yang krispi.
Bila bertandang ke Kabupaten Tanah Datar tidak ada salahnya mencoba sarapan Nasi Padeh dengan citarasa khas dan kaya rempah ini. Ada yang pernah coba?
Kalau bertanya ke warga lokal, salah satu nama yang sering muncul adalah Rumah Makan Dendeng Batokok di Aia Manggih, Lubuk Sikaping. Lokasinya strategis, masih di pusat kota. Tempat ini sudah ada sejak 2009 dan sampai sekarang tetap jadi rujukan banyak orang, termasuk perantau yang pulang kampung.
Menu yang tersedia sebenarnya cukup lengkap, khas rumah makan Minang pada umumnya, ada rendang, berbagai jenis gulai, ayam goreng, sampai ikan pes mol. Tapi yang jadi primadona tentu saja dendeng batokok-nya.
Buat yang belum familiar, dendeng batokok adalah irisan daging sapi yang dipukul (dibatokok) hingga pipih, yang sebelumnya sudah direbus terlebih dahulu dan biasanya disajikan dengan sambal lado hijau atau merah. Versi rumah makan di sini berjenis dendeng batokok yang lambok.
Daginnya mempunyai warna yang agak unik, agak kecoklatan, rada keabu-abuan dan tidak terlalu gelap seperti dendeng balado yang biasa kita temui. Bumbunya tidak terlalu “ramai”, tapi justru di situlah kekuatannya
Mencicipi Pongek Situjuah yang ternama di Payakumbuh
Bicara kuliner, Kota Payakumbuh memang sangat beragam, salah satunya yang ternama adalah Pongek Situjuah. Pongek Situjuah ini dapat diasosiasikan dengan rumah makan. Namun, menjadi sebabnya ternama karena jenis kulinernya yang khas dari Pongek Cubadak dan Pongek Ikan tabeknya.
Melirik penamannya, Pongek Situjuah ini merupakan suatu teknik memasak untuk pengolahan cubadak bersama santan dengan racikan rempah-rempah lainnya yang berasal dari Nagari Situjuah, Kabupaten Limapuluhkota. Proses memasaknya pun dengan belanga tanah liat dan tungku api yang berasal dari kayu.
Jadi kalo ke Kota Payakumbuh jangan lupa cicip Pongek-nya ya. Ada beberapa rumah makan yang menyajikan kuliner ini. Duh jadi lapar deh.
Nikamatnya Nasi Sala di Pantai Gandoriah Pariaman
Nasi Sala merupakan kuliner khas Kota Pariaman yang wajib dicicipi bila berkunjung ke Pantai Gandoriah. Penyajian Nasi Sala itu menarik dan rasanya nikmat sekali. Nasinya dibungkus daun pisang ditemani lauknya sala (gorengan). Tidak lupa ditambah cabai serta kuah gulai atau lauk pauk lainnya.
Wangi nasi yang dibungkus daun ini sangat mengunggah selera ditambah berbagai sala yang masih hangat dan secara live dibuat bisa nikmati. Bisanya ada sala bulek, sala ikan, dan sala cumi.
Soal harga terjangkau sekali. Tergantung lauk pauk yang dimakan. Nasi Sala ini banyak diburu ketika sarapan pagi. Namun kini sudah tersedia warung yang buka selama 24 jam. So, bila ke Pantai Gandoriah Pariaman bisa coba Nasi Sala yang mengunggah selera.
Dendeng Barokok Muaro Kalaban, Wajib Cicipi Saat Bertandang ke Sawahlunto
Dendeng Batokok menjadi satu menu yang boleh dicoba saat bertandang ke Kota Sawahlunto. Setidaknya dua rumah makan yang masih satu keluarga besar yang menyajikan menu ini. Secara tidak langsung menjadi menu legendari yang ada di Sawahlunto. Dendeng batokok khas Sawahlunto ini sudah eksis sejak 1965.
Biasanya para wisatawan akan mencari menu ini. Lebih nikmat menyantapnya ketika masuk makan siang. Rasa dendengnya gurih dan manis, tidak terlalu krispi dan keras. Ketika dicicipi ada sensasi rasa minyaknya. Rahasinya ini berasal dari minyak kelapa atau minyak tanak.
Untuk menciptakan dendeng batokok yang lezat, daging dipilih tanpa lemak, sejumlah rempah-rempah ditambah untuk memberi rasa kemudian daging tersebut dibakar di atas bara api lalu dipukul-pukul (ditokok). Prosesi yang wajib untuk penguat rasa adalah memberi minyak kelapa pada dagingnya. Jadilah Dendeng Batok dengan citarasa yang khasnya.
Pondok Salero Sukarami, Citarasa Menu Minangkabau Legend di Solok
Terkadang dalam perjalanan ke Kota Sawahlunto atau ke Kabupeten Tanah Datar via Solok, suka bingung mau cari rumah makan. Tenang, ada satu tempat yang bisa jadi pilihan. Namanya RM. Pondok Salero Sukarami. Posisinya strategis berada di jalan lintas antar kota dan sudah ada juga di Google Maps cari "Pondok Salero Solok". Warning! Rutenya jangan pake jalur baru tapi jalur lama ya.
Tempatnya sederhana, masih dengan gaya rumah makan Minang. Ada etalase menu-menunya yang tampak. Ketika datang sudah terlihat mau pilih menu yang mana. Kondisinya tidak terlalu luas tapi untuk membawa sekeluarga dan rombongan bus mini bisa lah muat.
Suasananya sejuk dan terkadang ditemani semilir angin gunung yang tiba. Maklum daerahnya dekat gunung dan berada diperbukitan. Tersedia juga musalla, toilet dan parkir kendaraan yang representatif. Kadang jadi tempat rest area untuk istirahat sejenak sembari nikmati kulineran. Bagi orang-orang dulu pasti akan tahu tempat makan ini terlebih jika berpergian jauh atau naik mobil travel.
Soal menu dan rasanya seperti apa? Overall enak, autentic, dan khas kuliner Minang banget. Banyak menu legendnya seperti ayam kampung goreng, dendeng lambok, gulai ikan patin, gulai gajeboh hingga ada sayur lobak singgalang mini. Ini menu favoritnya.
Ketika lapar disajikan dengan nasi yang masih hangat bersama menu khasnya serta suasana yang sejuk. Beuuuh, ajib banget deh. Sayang banget jika tidak singgah untuk cicipi citarasanya. LKokasinya di Jalan Raya Solok - Padang, Nagari Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat.
©Hak Cipta Bayu Haryanto. Jika mengkopi-paste tulisan ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh. Terima kasih.













No comments:
Post a Comment